Tuesday, June 18

Tag: Indonesia

Calo Sertifikat di Lanrisang
Hukum & Kebijakan, Opini

Calo Sertifikat di Lanrisang

29 Juli 2022 Genderang perang ‘berantas mafia tanah’ sudah dikumandangkan. Ternyata, masih ada oknum pejabat bermain-main, jadi calo sertifikat. Interupsi ini mewakili suara mereka yang jadi ‘obyek hukum’ para mafia. Selasatu yang disorot di sini adalah tentang hak-hak yang seyogyanya diakomodir negara, dalam hal ini difasilitasi pemangku kebijakan di semua wilayah Indonesia untuk menempatkan hak-hak kepemilikan itu berdasarkan fakta-fakta sesungguhnya. Bahwa, keadilan bukan semata-mata tentang kalah-menang suatu perkara. Oleh: Lunandar, SH Penulis adalah praktisi hukum Tinggal di Makassar Editor: Daniel Kaligis AMASSANGENG tahun 1980: Kampung itu berjarak sekitar seratus delapan puluh kilometer dari ibu kota Sulawesi Selatan. Desa Amassangeng bertetangga, Lanrisang, Samaul...
Di Batas Surga Cendana
Guratan, Review

Di Batas Surga Cendana

26 Juli 2022 Aroma Santalum album L, semak belukar, pepohon, pantai, pulau-pulau, samudera membentang berbatas ufuk. Suatu waktu, orang-orang ramai di Bukit Tanjung Lisomu, mereka bertanda-tangan, berkomitmen: tak sejengkal tanah pun bagi negeri asing… Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah jurnalis penulis Editor: Philips Marx Gambar: Batas laut RI – RDTL di Maritaing. FOTO decak gelombang di Maritaing, tualang kemarau Juli 2020. Membaca laut luas membentang, rindu sanak keluarga di tanah seberang. Di dermaga Maritaing, saya menanyai orang-orang tentang tanah air, mereka menjawabnya dengan wajah sumringah, berseri-seri. Ada mimik tak terbaca, entah jawabnya. Ada ujaran tertahan, wajah menerawang, ingin mengucap sesuatu. Dikulum. “Ada keluarga kami di sana,” kata mereka, jari te...
Tafsir Mimpi
Budaya, Susastra

Tafsir Mimpi

20 Juli 2022 Oleh: Arman Yuli Prasetya Penulis adalah Penulis Tinggal di Bojonegoro Gambar: Senapan dikokang, brontosaurus, bermimpi manusia rayakan punah – dla. Malam tegar kembali, tiangnya penuh bunga Diambil dari tubuhmu hanya sisa cuaca Pada keruh wajahku Kau berubah menjadi Megalodon yang buas Ketika laut dingin aku ubur-ubur Rindu dalam perutmu Kau Megalodonku Hanya dalam perutmu aku bisa tidur Bermimpi kembali menjadi diriku Yang tertidur pulas di kamar itu Malam rubuh kembali Tiangnya dipangkas api Dari nyala tubuhmu Entah apa terjadi Aku menjadi Tyrannosaurus Pada sabana luas Kulihat diriku mengerikan Di jalan menuju padaku Kaukah itu Brontosaurusku Yang menggigit seikat mawar penuh diri Aku menanti perjamuan ini Merayakan kepunahan bersama dirimu, Brontosaurusku ...
Nabi Membunuh Kota
Editorial, Esai

Nabi Membunuh Kota

18 Juli 2022 Kepentingan regulasi mencengkram siksa rakyat. Demikian para nabi dirindu mewakili sesuatu harap, asa rakyat tertindas. Kemudian, lahir dia berproses, katanya wakil dari perjuangan hak-hak. Ternyata, nabi mendakwa yang diwakilinya dengan todongan uang. Sajak Kelana: Elang Pratapa & Dera Liar Alam Gambar: Bayang-bayang kota dan nabi PERSINGGAHAN persinggungan kami adalah nama jalan yang ramai di berbagai kota. Nama itu bangsawan, raden, jenderal perang zaman revolusi, dan panglima. Maka, bersahut kami. Hutan menggemakan teriak itu di lurah curam, membawanya bersama arus sungai-sungai, jeram. Suatu waktu di hari terik, pedagang kaki lima dipinggirkan. Mereka bilang, “Ini penataan kota, ini penertiban.” Dipinggirkan dengan cara usir, rombak. Reruntuhannya berbe...
Media, Keragaman, dan Advokasi
Advertorial, Editorial

Media, Keragaman, dan Advokasi

18 Juli 2022 Diskusi Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur Selasa, 19 Juli 202215.00 - 18.00 WITA Pemantik Thowik, SEJUKRiane Elean, Peneliti PUKKATRikson Ch. Karundeng, Director MapatikIswan Sual, Lalang Rondor MalesungNadine H. Sulu, Dewan AMAN NasionalGreenhill G. Weol, Director Mawale ModeratorYonatan Kembuan  
Ngurah Rai
Susastra

Ngurah Rai

16 Juli 2022 Oleh: Dera Liar Alam Penulis adalah jurnalis penulis Api Membakar Takdir Kelopak hilang warna di pijar malam Suaramu menggema di Denpasar Nanti, cahaya menari di embun setelah subuh. Usai setubuh... Berapa lama lagi kita di Gianyar Memilah-milah sandang Lalu pergi menyusur Kuta Dentum sudah teduh... Bila tatapmu menerawang Cakrawala terlalu leluasa... Tiba di Ngurah Rai, 2009: Reka ledak bom - malam, 12 Oktober 2002 di Paddy's Pub dan Sari Club di Legian, Kuta, Bali, menyusul ledakan dekat Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Berikutnya bom bunuh diri, 01 Oktober 2005, di Kuta dan Jimbaran - Kafé Nyoman, Kafé Menega, dan di Restoran R.AJA’s, Kuta Square. Kejadian ini dianggap peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.
Perempuan, Peradaban, dan Perdamaian
Budaya, Esai

Perempuan, Peradaban, dan Perdamaian

13 Juli 2022 Lumimu’ut, ibu para taranak. Dalam peradaban tua bangsa Malesung, Karema adalah jelmaan tuhan feminis. Perempuan mengandung zat ilahi… Oleh: Tio Kaat Penulis berasal dari wanua Langowan Editor: Parangsula PADA TUBUH perempuan – selama berabad-abad – telah mendapatkan posisi dalam society maupun citizenship terhina oleh hukum, diasingkan oleh kebudayaan, dan dikucilkan oleh tradisi. Dalam tubuh perempuan segala ketidakadilan terjadi, tidak ada unsur dalam tubuh perempuan yang tidak menerima ketidakadilan (injustice). Misoginism menghasilkan penindasan, penghinaan dan pengucilan hak asasi (ethics of right) dalam pola pemaknaan libertarianism diberangus oleh peradaban dan disita oleh kaum feodalism demi kepentingan kelompok yang kita sebut oligark yang bengis. Selama...
Baru Terasa
Budaya, Susastra

Baru Terasa

12 Juli 2022 Oleh: Dini Usman Penulis adalah pelukis dan penulis Gambar: Mendung di sisi Kali – Foto Dera Liar Alam Kehilangan benda Bisa dicari Jika tak dapat? Bisa diganti Kehilangan karib sejati Ke mana ditemui? Di dinding facebook? Di galeri foto? Di balik selimut? Di meja makan? Di dapur? Di ruang tamu? Di tempat tidur? Di puncak perbukitan? Di lembah? Di sungai? Di dasar lautan? Di kuburan? Tidak kutemukan Cuma keheningan Ketiadaan Kepada laut telah kusampaikan Kepada hujan kunyatakan terang-terangan Kepada pekat malam kuteriakkan Kepada angin yang berisik sering kuceritakan Kepada tangis yang rentan pecah kuperdengarkan Sayang... Pada jejak langkah Saat bahagia Saat siksa mendera Ternyata cinta perekat ajaib istimewa Memudahkan segala-galanya Ah, Memang cinta aku sam...
Tiang-Tiang di Fanating
Advertorial

Tiang-Tiang di Fanating

06 Juli 2022 Orang-orang datangi suatu tempat, melihat tempat itu baik bagi mereka melangsungkan hidup, lalu mereka menetap. Di Fanating, nenek moyang menemukan lokasi strategis, kemudian sejarah membangun terus berlanjut di sana. Tiang-tiang terpancang menandakan pembangunan terus berproses… Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah jurnalis penulis Gambar: Pembangunan di Fanating, Teluk Mutiara — Foto oleh Welem Maniyeni. TIANG terpancang itu ada di Fanating. Pernah berkunjung ke Teluk Mutiara, menyusur Binongko, Kalabahi Barat, Kalabahi Kota, Kalabahi Tengah, Kalabahi Timur, Mutiara, Nusa Kenari, Welai Barat, Welai Timur, Wetabua, Adang Buom, Air Kenari, Lendola, Motongbang, Teluk Kenari, dan tentu saja Fanating. Ya, Fanating itu ada di Teluk Mutiara, di Alor, Nusa Tenggara Timu...
Sore di Icon
Budaya, Guratan

Sore di Icon

05 Juli 2022 Di Icon, senja itu jingga karena cahaya menembus awan berpendar di atas ufuk mesra sekali, awan-awan seperti ada pasangannya terpantul di laut teduh. Kemarau musim ini pelan membawa riak di ujung batu-batu timbunan di pantai dan selat. Kapal, perahu melintas, entah siapa penumpangnya… Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah jurnalis penulis LINDA itu kawan yang bikin suasana riang. “I Love her style,” ucap Steven beberapa hari lalu tentang Linda, dia teman yang gesit dan lincah, rambut ash brown grey-nya panjang sebahu. ‘I will’ mengalun, “Who knows how long I've loved you | you know I love you still | will I wait a lonely lifetime | if you want me to, I will.” Tangan dia gemulai diangkat setinggi punggung, leher dan kepala meliuk lentur. Bukan, bukan tentang lagu itu, ...