Tuesday, May 28

Opini

Kesurupan Nonton Propaganda Neraka
Film & Video, Hukum & Kebijakan, Opini

Kesurupan Nonton Propaganda Neraka

27 Mei 2024 Oleh: Daniel Kaligis TO HELL AND BACK adalah biographical motion picture dari Audie Murphy, anak petani miskin Texas Timur Laut yang jadi serdadu dan terlibat perang. Film dengan genre sama terdapat di Call Me Anna diperankan Patty Duke - The Bob Mathias Story diperankan Bob Mathias - Alice's Restaurant diperankan Arlo Guthrie - Private Parts diperankan Howard Stern, etc. Anda juga boleh telisik The Sky is Pink, film biografi berbahasa Hindi India yang disutradarai Shonali Bose, 2019. Saya membandingkannya dengan VS7H, yang dilebel ‘diangkat dari kisah nyata’. Film ditonton jutaan orang. To Hell and Back pernah diputar berhari-hari di tanah Minahasa manakala pergolakan sementara menyala, era 1950-an. Papa HNK, penyintas zaman pergolakan, berkisah tentang para belia ya...
Biar saja Lapar
News, Opini

Biar saja Lapar

07 Mei 2024 Oleh: Parangsula Editor: Dera Liar Alam HARGA masih tinggi, percuma mengeluh. Penghuni media sosial ramai bersuara, ada yang berguman dalam tanya, “Alhamdulillh beras mulai menundukan egonya. Cek harga beras daerah kalian berapa? Kalau di tempatku dua-belas ribu,” tulis Dica. Lain cerita Lisnawati, dia bilang begini, “Assalamualaikum, cek harga beras saat ini. Teman-teman semuanya, saya mau membagikan tips agar hemat beras, dll: Jangan sekali-kali menyediakan lauk jengkol, ikan asin, sambal, karena hidangan teman nasi di atas membuat kita kalap makan ya. Bawaannya nambah terus. Coba kalau tidak ada sambal, pasti anyep makan pun gak nafsu. Betul apa bener?” Di beberapa daerah yang tidak terjangkau layanan media sosial orang-orang bicara di lingkungannya sendiri atau mem...
Candu Impor Beras Sekotak
News, Opini

Candu Impor Beras Sekotak

12 Maret 2024 Memberi pujian pada diri ‘katanya’ itu memberi pada makhluk lain di luar diri sendiri, boleh jadi pada tetangga atau siapa saja di sekitar yang membutuhkan – sebab harta bertambah, tumbuh, berkembang, maka berbagi hasil tumbuhan di alam: buah-buah, biji-bijian, hasil ternak, mineral yang berguna, hasil dagang, niaga, dan seterusnya. Ada hukumnya, syariat – aturan manusia dengan manusia dan alam sekitarnya… Oleh: Dera Liar Alam BERKAWAN dua tiga empat, terpantau mata dua: penjaja kotak, ‘penunggu duduk’ dengan tangan terjulur genggam mangkuk berbahan plastik – berapa depa dari titik itu ada ‘penunggu lain’ dengan wadah penyimpan entah tas entah berkas. Kotak lalu terisi, kemudian berunding di sudut, kata meluncur datang sekujur dan waktu nan mujur. Masih sama di la...
Melukis
Budaya, Opini

Melukis

27 Februari 2024 Suatu ketika ada acara mewarnai, anak-anak ramai di pelataran mall mereka memegang kuas dan pewarna. Langit kemarau, namun terik dihalangi bayang gedung di sekeliling. Di depan jalan juga ramai hampir macet, orang berbondong-bondong. Saya membidik kamera, merekam anak-anak yang gemar mewarnai medianya… Oleh: Dera Liar Alam ANDA SUKA lukisan, atau gemar melukis – saya iya, suka dan gemar melukis. Kenal dari membaca siapa itu Leonardo da Vinci (1452–1519), Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni (1475–15640, Raffaello Sanzio (1483–1520), Rembrandt Harmenszoon van Rijn (1606–1669), Johannes Vermeer (1632–1675), Claude Oscar Monet (1840–1926), Vincent Willem van Gogh (1853–1890),  Pablo Ruiz Picasso (1881–1973), Salvador Domingo Felipe Jacinto Dalí i Domènech (190...
Negeri Seberas Politik
Guratan, News, Opini, Politik

Negeri Seberas Politik

18 Februari 2024 Beras, ikan, sayur, bumbu, susu, dan seterusnya. Seberas-berasnya propaganda beras, boleh jadi lebih keras lapar-haus penyimpangan: nama-nama penerima manfaat boleh berganti sesuai maunya tukang salur. Di depan rumah, di lorong sebelah, terompet pagi memanggil, “Yur, sayur.” Tukang sayur keliling dengan sepeda dengan motor dengan mobil tidak jual beras… Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Satu porsi AWAL reformasi, keluarga kami terima raskin dengan terpaksa karena didesak Kepala Lingkungan di desa. Tapi dengan tegas saya bilang ke mama, “Biar kami usaha daya sendiri, cari makan sendiri. Jangan mau terima raskin.” Padahal tentu saya pernah cicipi raskin. Nona itu istri Eki, tinggal di dusun Tewasen – hutan kecil rumbia yang telah jadi pemukiman kaya sumber air – di...
Teorema Proyek Debat
Opini, Politik

Teorema Proyek Debat

05 Februari 2024 Antara pernyataan dalam debat tentu boleh diuji, dapat dievaluasi, dapat dibenarkan, dapat dibenturkan, dapat dibatalkan, dapat dipatahkan, dapat dirombak. Kebenaran selalu punya jalan untuk revisi. Klaim itu mestinya berkaca pada data dan fakta… Oleh: Daniel Kaligis RAKYAT sebenarnya sudah lama membincang sejumlah isu, apa saja itu: pemerintahan, hukum, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga, ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, HAM, infrastruktur, perkotaan, perdesaan, perkampungan, pertahanan, keamanan, hubungan internasional, geopolitik, pembangunan berkelanjutan, sumberdaya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, ma...
Negeri Kerasukan Regulasi Instan
Opini, Politik

Negeri Kerasukan Regulasi Instan

27 Januari 2024 Bukan mie instan dimasak tak lama siap disantap, atau sup, atau susu campur gula seduh air panas lalu sebentar dapat diminum, dinikmati. Seruput kopi instan isu masyarakat instan dan sistem yang gahar dengan kebijakan membijaki soal-soal kuasa menguntungkan diri sendiri dan golongan tertentu saja, ini jadi soal bila tak diinterupsi oleh kita semua orang Indonesia… Oleh: Sutan Siagian Penulis tinggal di Jakarta Editor: Dera Liar Alam TERTARIK melihat orang yang setuju UUD 1945 diubah karena ingin Jokowi tiga periode. Alasannya karena Jokowi bagus. OK, saya setuju Jokowi memang bagus. Saya memilih dia dari semenjak dia mencalonkan diri untuk jadi gubernur di DKI Jakarta dan berikutnya dua kali ‘nyapres’. Tapi kita usul ubah UUD 1945 karena presidennya bagus, la...
Soekirman dan Enam Resep Kelanggengan
Budaya, Opini

Soekirman dan Enam Resep Kelanggengan

04 Januari 2024 ...Tulisan ini bukan untuk kampanye... ...Cegah yang buruk berkuasa… Oleh: Dini Usman Penulis adalah pelukis dan penulis SEBUAH pertemuan di ujung tahun digagas Deli Art Community (DAC) pada 29 Desember 2023 untuk bertukar pikiran dan melihat peristiwa yang terjadi di tahun 2023. Silaturahmi itu hanya dihadiri sembilan orang, yang lain menguap dengan banyak alasan. Walau sepanjang hari hujan turun di mana banjir menjadi hiasan peristiwa banyak orang, namun mantan bupati di kabupaten Serdang Bedagai tetap berkomitmen datang. Secara terbuka ia mengakui telah tujuh kali ikut kontestasi politik di Sumatra Utara. Pertama kali dimulai tahun 2004, setelah lama mengabdi menjadi PNS, bergelut sebagai dosen di Fakultas Pertanian USU dan menjadi direktur di LSM Bitra, Soek...
Arah Juang Melawan Tergusur di Kebun Terakhir
Hukum & Kebijakan, Opini, Susastra

Arah Juang Melawan Tergusur di Kebun Terakhir

22 Desember 2023 Hanya tafsir: panggung rakyat itu luka, dan terus didesak kekuasan dan modal dan seterusnya; Seperti itu gambar dalam renung – panggung jalanan – New York 1909, apokrifa di Petrograd, sebagaimana ditulis Temma Kaplan dalam ‘On the Socialist Origins of International Women's Day’, bahwa beredar di lingkaran internal para kolomnis Prancis, yang mana ada seorang perempuan buruh pabrik tekstil melakukan demonstrasi pada 08 Maret 1857 di New York. Bukan, bukan itu. Oleh: Dera Liar Alam Editor: Parangsula Gambar: para pemantik di panggung BUKAN apokrifa yang itu. Sejarah perempuan adalah perjalanan maha panjang, dan malam ini, 21 Desember 2023, dia ada di pentas ‘Arah Juang’ di Jl. Manguni Raya – Tikala, Malendeng, di lantai empat Gedung Teater IAIN Manado. Dia Oma ...
Begitu Mudah
Budaya, Opini

Begitu Mudah

15 Desember 2023 Oleh: Dini Usman Penulis adalah pelukis dan penulis Editor: Parangsula BEBERAPA kawan dekat saat kebetulan bertemu muka atau berbalas kata melalui WhatsApp, dengan rasa ingin tahu kutanyai mereka. Sebenarnya rasa gusar ini begitu parah menyelubungi pikiranku. Aku ajukan kalimat singkat, “Bagaimana perasaanmu? Apakah kau merasa terhempas?” Semua yang mengungkapkan perasaannya menjawab cepat dan kelihatannya cukup jujur. Ya, aku tahu mereka jujur dan mengungkapkan perasaan kecewa yang mendalam di lubuk hatinya. Mengapa harus berbohong, jujur saja lebih enak. Satu per satu dengan nada datar, kesal, marah bilang begini: Aku tertipu, kata yang satu. Aku tak menyangka, jawab yang satunya. Aku merasa dikhianati, jawab yang ketiga lagi. Aku speechless, kata yang lain...