Saturday, January 28

Esai

Imlek
Budaya, Esai

Imlek

27 Januari 2023 Perjumpaan dari beragam warisan budaya: entah itu dari India, Arab, Cina, Eropa yang berjumpa dengan kebudayaan lokal, yang dalam perjalanan sejarahnya telah menghasilkan suatu kebudayaan yang khas. Rayakan warisan kemajemukan budaya kontemporer dengan gembira...  Oleh: Denni Pinontoan Penulis adalah penulis Mengajar di IAKN Manado Editor: Parangsula Gambar: Antusias sambut Barongsai Kuning, sang inti semesta. Foto DAX IMLEK atau disebut juga Lunar New Year adalah perayaan Tahun Baru penanggalan Cina berdasarkan peredaran bulan. Makanya perayaan ini juga disebut Tahun Baru Lunar. Di Indonesia, terutama masa orde baru tahun baru Imlek dan banyak tradisi Tionghoa lainnya dilarang dirayakan oleh rezim masa itu. Saya mengikuti keramaian perayaan Imlek terutama...
Altar Semesta Kabut
Esai, Susastra

Altar Semesta Kabut

22 Januari 2023 Nun di sana, Nanti, Dini hari datang lagi… Manakala doa-doa mengembara di altar semesta nan senyap Lalu kabut perlahan pudar… Alor Street – Kuala Lumpur, 2012 Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Telaga tua berkabut di lereng Pangalombian SESEORANG di ruang kedatangan, “Di sini, saya di sini,” kata Pemetik Uke, ukulele. Bersalam jabat erat pelukan, pipi ketemu pipi. Telah tiba dan telepon berdering, panggilan dari seberang, “Tunggu di situ jo ngana, torang so menuju, so dekat bandara,” kata Pemuja Kabut. Iya, saya akan menunggu depan halte, sebagaimana permintaan dia. Masih di ruang kedatangan, dan masih berdua. Pemetik Uke dan saya melanjutkan kisah perisai, maar, stratovulkano, dst, sambil menunggu Pemuja Kabut. “Begini,” katanya. Mulai dari tanah seberang, ada t...
Tanda Tanya di Ruang Baca
Esai, Guratan

Tanda Tanya di Ruang Baca

19 Januari 2023 Buka gadget anda, di sana segala macam info tersaji. Skeptis, selasatu cara untuk menjauhkan anda dari kabar berita tak terverifikasi… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Sudut ibu negeri, kaca-kaca, ruang di mana siapa saja boleh membaca propaganda. Seseorang sedang membaca perkara dari jauh. RUANG BACA meta — ruang nonton segala usia. Eutro, suatu pagi kabarkan injil mulia: soal-soal investasi, perluasan, bangunan dan gedung itu seumpama derai gelombang. Kembali, berulang, dan makin sering seiring goncangan dan angin. Dari pusat kuasa, Central Business District lagi berbenah, visi berapa tahun ke depan sudah di depan mata di ibukota negeri. Arahkan pandangan ke selatan, kuak isu investasi, MTH 27 Office Suites telah beroperasi dari tahun silam, 2022. Begitu disebut...
Mbappé, <em>Beking</em> Apa di Taratara
Esai, Opini

Mbappé, Beking Apa di Taratara

14 Januari 2023 War ne Waraney, suatu visi dicanangkan tiga tahun silam, 2020. Berproses, kawan-kawan menyebut wanua sebagai pusat kegiatan apa saja, termasuk pendokumentasian sumberdaya dan pembuatan sinema oleh rakyat, yakni orang-orang di kampung. NYORA bukan nama samaran, dia ujaran, panggilan, tercetus dari diskusi. Dia berbisik di kuping tuli, “Nyanda war-war ngoni.” Kenang tiga tahun silam di Wale Papendangan Sonder, di tanah Minahasa: persiapan film, “Perang Para Petarung, semoga semesta merestui dan Opo Empung memberkati.” Begitu dicatat Candra Dengah Rooroh. Di status sosial media, Bode Grey Talumewo memberi komentar pada pertemuan itu, “Next movie. Talikuran Sonder. 20200105. Colek Mel Gibson.” Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Panggung pertunjukan sebelum film wanua ta...
Petruk Jadi Direktur
Esai, Opini

Petruk Jadi Direktur

13 Januari 2023 Upaya, dorong kaki tangan penunjang ke dalam struktur tubuh sang pemegang kuasa — yang penting orang dekat boleh masuk. Mumpung ada di posisi strategis, mumpung punya wewenang, mumpung ada kesempatan, mumpung belum purna-tugas alias belum pension, masuk saja semua… Oleh: Sudarsono Sablenk Penulis berasal dari Malang Tinggal di Airmadidi SEBENARNYA Petruk berambisi jadi ratu, tapi karena bohirnya modal pas-pasan kalah telak dengan bohir yang besar. Maka cukup didapuk jadi direktur saja, demi memenuhi kuota koncoisme. Setelah dilaktik, segera menginventarisasi sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya, agar bisa diketahui sekolah yang paling kere dan sekolah yang sudah mapan. Agar nantinya bisa dijadikan acuhan program kerja seratus hari. Istrinya tidak ketinggalan ...
Memanipulasi Kepahitan dengan Canda
Esai, Opini

Memanipulasi Kepahitan dengan Canda

06 Januari 2023 Bercanda, tapi ini tertawa candaan serius, bius yang menghidupkan otot dan otak... Basahkan bibir dan tertawalah, bercandalah, sekali lagi tertawalah sebab bumi dan peradaban lucu...  Oleh: Riverto Hillary Penulis adalah tukang foto dan suka bercanda Tinggal di kota Manado Gambar: Berkibar ke kanan ke kiri ke mana-mana KISAH manusia hanyalah sebatas usia. Jika kita tidak menorehkan teori berdasarkan pengalaman hidup maka tak ada yg bisa diingat orang sebagai pelajaran. Salah satu cara sederhana adalah memanipulasi kepedihan dan kepahitan kita dalam bentuk canda agar lebih mudah dipahami walau bathin kita sendiri kadang teramat berat menanggungnya. Namun jika itu menjadi pembelajaran bagi orang lain, maka tugas kita sebagai homososialismus sudah dijalankan. B...
<strong>Beradat Bersarikattoulawa</strong>
Esai, Opini

Beradat Bersarikattoulawa

12 Desember 2022 Hutan takdirnya berkebalikan dengan fenomena hutang negara dan kutang: Hutan makin tandus, hutang kian subur, kutang sudah dicopot. Kutang: tafsir kebijakan sistem. Negara membuka seluas-luasnya kesempatan investasi yang berpotensi menelanjangi adat dan ruang rakyat, termasuk hutan adat dan hutan rakyat… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Pegunungan Lembean, di sisi kiri ketiak danau, di situ Sarikat Toulawa. POTRET hutan di negara kita, sebagaimana dilaporankan Global Forest Resources Assessment, 2020, dirilis Food and Agriculture Organization (FAO), luas kawasan hutan lindung di Indonesia mencapai 51,7 juta hektar - menyumbang sekitar tujuh persen dari total area hutan lindung secara global. Indonesia berada di posisi ke delapan negara dengan area hutan terluas di d...
<strong>Nona dan Marigold</strong>
Budaya, Esai, Sains

Nona dan Marigold

30 November 2022 Bertutur dalam dialek Wuwuk, wanua di selatan tanah Minahasa. “Tu tanaman so babunga? Jabeking ilang hama itu e,” ucap Nona Sorongan. Oleh: Kalfein Wuisan Penulis adalah Director Smartphone Movement Editor: Dera Liar Alam SAYA baru saja pulang dari kebun ketika pertanyaan itu ia ajukan. Nampaknya, ia hendak memastikan bahwa tanaman marigold yang ditanamnya di kebun Poopo, masih hidup dan telah berbunga. Ia, yaitu Nona Sorongan adalah ibu saya. Walaupun usianya sudah lebih 60 tahun, perempuan itu masih tetap seorang ‘Nona’. Namanya membuat ia terus muda. Mendengar yang disampaikannya itu, saya langsung pergi ke perpusatakaan dunia. Menggunakan keyword: ‘marigold mengusir hama tanaman’ di mesin penelusuran, Google. Saya harus memastikan apa yang saya dengar da...
<strong>Bola Menabrak Mata</strong>
Budaya, Esai

Bola Menabrak Mata

24 November 2022 Oleh: Dera Liar Alam Editor: Parangsula Gambar: Perempuan, kelamin yang dibola BELUM mulai pergulatan, kau sudah memilih kalah, menunjuk kaki-kaki lelah, patah. Biar saja, bendera-bendera tetap berkibar di tanah pemujanya diiring peluit panjang kebimbangan, orang-orang berlari mengejar gagasan pola, bola-bola menabrak sunyi. Bebas, bebas, bebaskan…!! Kelamin-kelamin berpasangan, bertutur pertandingan diulang tadi subuh. Matahari adalah lampu-lampu yang tidak kenal terbit-tenggelam, selalu nyala, bakar waktu. Bola-bola politik, menggelitik diusik berisik mengiris sisa-sisa harap yang miris. Kemudian, orang-orang terbanting diurusi regulasi negeri ngeri. Demokrasi katanya, urusannya investasi berdalih tukang tagih darah daging dan lendir. Darah, darah, darah, dar...
Kopi Nikmat Usai Hujan di Minanga Timur
Budaya, Esai

Kopi Nikmat Usai Hujan di Minanga Timur

19 November 2022 Paling tidak – nama – ‘Minanga Timur’ ada di dua lokasi di Sulawesi, selasatu ada di Nosu, Mamasa, Sulawesi Barat, berikutnya ada di Pusomaen, Minahasa Tenggara, di jazirah utara Sulawesi. Suatu sore mampir di wanua itu dan minum kopi nikmat sekali… Oleh: Daniel Kaligis Editor: Philips Marx RUMAH di kelok dusun, kami datang ke sana. Bangunan bertembok rendah menghadap arah matahari terbit, jalanan menikung, bukit, kebun dan hutan, langit mendung, gerimis satu-satu kian hilang sore itu. “Torang so hubungi Iko, ada di rumah dia,” ucap Rikson. Dan dari balik ruang, ada suara-suara semacam ritual penyambutan tamu. Seorang lelaki mengintai dari balik cermin tembus pandang, langsung keluar dari pintu menyambut ketika menyadari siapa yang datang. Yang mengintai itu, Ik...