Thursday, October 6

Editorial

Pengadilan Asumsi
Editorial, Susastra

Pengadilan Asumsi

14 September 2022 Sajak demi keadilan semesta. Siapa yang memeriksa perkara setelah hal itu berlalu dari tangan penyidik? Anda mengenalnya, walau asing, mulia, dan sangat disembah sebagai tuan maha mengetahui denda, berapa tahun tertuduh nanti mendekam di balik tembok dan jeruji terbatas - dijauhkan dari segala akses bumi merdeka dan bebas, atau ganjaran vonis ternyata di luar pemikiran tafsir tergugat - saksi - penonton - dan masyarakat yang menyorakkan menang kalah putih hitam perkara. Asumsi tak dapat dihindari, pemeriksa bukan saksi mata langsung terhadap persangkaan maupun tanda dan petunjuk-petunjuk. Maka, sajak inipun akan mendekam sebagai pertanyaan, sebagai sangkaan atau tuduhan pertimbangan seminar-seminar tak bersepakat oleh karena begitu banyak ide dan tafsir... Oleh: D...
Ancaman bagi ‘Bahasa Ibu’
Editorial

Ancaman bagi ‘Bahasa Ibu’

12 September 2022 Bahasa, selasatunya tentang kasih sayang dan perdamaian... Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah jurnalis penulis Editor: Philips Marx Gambar: Karikatur Jare 12 – 9 12 | 700 bahasa daerah di Indonesia telah punah – karya Denny Ramagiwa DISKUSI identitas, tentang bangsa, selasatu tentang bahasa daerah. Topik ini sekian lama kami geluti, sebagai kepedulian pada daerah sendiri. Ketika itu, 2012, di ibukota negara, di ruang diskusi online ada Mouddy, Jepsony, Denny. Saya sempat membaca running text di televisi swasta sehari silam, 11 September 2012: 700 bahasa daerah hilang di Indonesia. Kami bersepakat, bahwa bahasa adalah penanda identitas budaya. Lalu saling tanya kemudian, ada apa dengan bahasa? Hilang atau sengaja dihilangkan? Siapa yang menghilangkan? Mengap...
Elang Terbang Menjauh
Editorial, Susastra

Elang Terbang Menjauh

06 September 2022 Oleh: Dera Liar Alam Penulis adalah jurnalis penulis Elang terbang menjauh, tinggi tinggi... Di sana, di langit entah. Tebing sudah jadi pondok mewah hedon. Pertapa mendoa di sana, “Lindungi kami dari badai halilintar hujan makian.” Lalu persembahan digesek. Hymn mendengung, malam sambung-menyambung, persabungan kelamin-kelamin. Elang terbang menjauh, tinggi tinggi... Di sana, di hutan entah. Kami menuang vodka dalam cawan keramik tua hijau, menyalakan obor, memukul tuts-tuts keyboard tiga oktaf. Pagi sunyi pecah, gugus tugas mengatur perapian, kuil ditutup. Botol bersenyawa darah. Elang terbang menjauh, tinggi tinggi... Di sana, di negeri antah berantah. Langit biru masa depan adalah pesta mengakali regulasi. Penguasa kawin, rakyat diperkosa. Lalu politikus ...
Science Memangsa Mujizat
Editorial, Hukum & Kebijakan, Opini

Science Memangsa Mujizat

13 Agustus 2022 Digital footprint — rekam data terkait interaksi di berbagai tempat, entah perlintasan yang misalnya memanfaatkan Google Maps, perkunjungan ke laman-laman atau platform atau portal disadari atau tidak – semua itu oleh sebab perkembangan ilmu pengetahuuan boleh jadi menguntungkan – dalam mengenali deretan prestasi seseorang, atau sebaliknya – jejak itu membongkar rancang strategi sesuatu yang dirahasiakan. Jejak digital punya jangkauan mahaluas, tak terbatas ruang, waktu, dimensi, dan ringkas diakses siapa saja, lalu jadi kekal di internet. Apa saja itu: teks, status di laman sendiri, foto, video, konten, komentar, data apa saja, internet banking, persetujuan akses cookies, riwayat pencarian, dll… Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah jurnalis penulis Editor: Philips M...
Nabi Membunuh Kota
Editorial, Esai

Nabi Membunuh Kota

18 Juli 2022 Kepentingan regulasi mencengkram siksa rakyat. Demikian para nabi dirindu mewakili sesuatu harap, asa rakyat tertindas. Kemudian, lahir dia berproses, katanya wakil dari perjuangan hak-hak. Ternyata, nabi mendakwa yang diwakilinya dengan todongan uang. Sajak Kelana: Elang Pratapa & Dera Liar Alam Gambar: Bayang-bayang kota dan nabi PERSINGGAHAN persinggungan kami adalah nama jalan yang ramai di berbagai kota. Nama itu bangsawan, raden, jenderal perang zaman revolusi, dan panglima. Maka, bersahut kami. Hutan menggemakan teriak itu di lurah curam, membawanya bersama arus sungai-sungai, jeram. Suatu waktu di hari terik, pedagang kaki lima dipinggirkan. Mereka bilang, “Ini penataan kota, ini penertiban.” Dipinggirkan dengan cara usir, rombak. Reruntuhannya berbe...
Media, Keragaman, dan Advokasi
Advertorial, Editorial

Media, Keragaman, dan Advokasi

18 Juli 2022 Diskusi Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur Selasa, 19 Juli 202215.00 - 18.00 WITA Pemantik Thowik, SEJUKRiane Elean, Peneliti PUKKATRikson Ch. Karundeng, Director MapatikIswan Sual, Lalang Rondor MalesungNadine H. Sulu, Dewan AMAN NasionalGreenhill G. Weol, Director Mawale ModeratorYonatan Kembuan  
Proyek Menimbun Logika
Editorial

Proyek Menimbun Logika

03 Juli 2022 Di suatu benua, ada minoritas putih memerintah mayoritas hitam. Otoritas di negeri ngeri adalah pesanan, regulasinya bernasib sama, dipesan untuk mementungi pemikiran kritis. Oligarki makan biaya, rakyat penonton penikmat sengsara. Korupsi jangan ditanya, pelakunya lebih mulia dan suci ketimbang maling jemuran. Oleh: Dera Liar Alam Penulis adalah jurnalis penulis MANGROVE pepohon ditebangi, ditanduskan. Pantai ditimbun itu sudah biasa. Datangi pulau-pulau, tembok-tembok terbiar jauh dari pemukiman itu selasatu proyek menimbun logika. Rakyat menonton, entah. Tak ada tanya, yang penting dana turun, kemudian dibikin pertanggunggugatnya di atas kertas, foto-foto, peresmian. Selesai. Hak disebut kewajiban itu juga proyek menimbun logika yang sering digosipkan para tokoh...
Dunia Baru
Editorial, Esai, Guratan

Dunia Baru

07 Juni 2022 Menghitung berapa dasawarsa bumi panas pertikaian, keyakinan-keyakinan merasuk ruang relung rakyat tanpa diuji, maka rakyat ikut berkelahi. Chee Rich, kawan diskusi di bumi maya buka suara, “Babad tanah leluhur — bukan dari cerita film Indonesia saja — menari dalam cinta dan darah. Keturunanmu akan meremukkan kepalanya, warisan seribu zaman yang mengundang seribu bukti kasih; Sahihkah bukti-bukti? Aku keturunan dari keturunan dan keturunan dari yang tidak ada jadi ada. Kita bukan siapa-siapa, tapi apa yang jadi bukti sejarah bahwa kita ada dari masa lalu.” Begitu interupsinya hari ini pada judul di atas. Entah ilusi kita sama, bermimpi air layak konsumsi sejuk segar, berenang di sejuk segar alam. Menunda kekalahan dan mati berkali-kali… Oleh: Daniel Kaligis Penulis ada...
Membakar Devaluasi Harga Diri
Editorial, Guratan, Opini

Membakar Devaluasi Harga Diri

10 Februari 2022 Logika nasionalisme diuji, sistem, penguasa, tanah dan wilayah, rakyat di dalam atau di luar. Bercita-cita, bercinta, lalu pasrah digorok pisau teori. Tanya, mengapa pengusiran peminggiran masih marak? Keyakinan, apa maunya membakar literatur. Mari kita menafisir devaluasi itu terkait harga diri rakyat dan negara… Oleh: Dera Liar Alam Penulis adalah jurnalis dan penulis Gambar: Seorang kawan, memotret ‘river merchants’. Diri jadi patung dalam kisah peminggiran rakyat. REPRESENTASI simbolik devaluation. Giliran ronda menyapu art market sepanjang semenanjung, gelombang merangkulnya jauh dalam history lupa. Di sana, sejumlah angsa berenang di danau peradaban yang jadi tragedi sepanjang abad: mereka masih menetap dan bersarang pada orde gagal move-on. Sudah berap...
Luka Psikososial
Editorial, Guratan, Hukum & Kebijakan

Luka Psikososial

03 Februari 2022 Luka muncrat anggaran. Mabuk dogma, dan pembiaran. Kita berbalik di tataran fakta yang tak lagi faktual... Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah penulis dan jurnalis Editor: Parangsula SEGALA mimpi sontak terbangun, lalu linglung. Bangun dalam bingung. Kalang-kabut bencana petaka masih menghias cakrawala berita: banjir, longsor, abrasi, tabrakan, virus, dan dana-dana untuk rakyat yang terpangkas. Ada sejumlah pengamat mengatakan bahwa indikator fundamental ekonomi di negara kita menunjukkan kinerja yang membaik. Benarkah demikian? Coba simak. Harga minyak, cabe, telur, sayur, beras di beberapa lokasi sering melonjak tajam, dan tidak mampu dikontrol penyelenggara negara. Gula dan garam impor masih berlabuh di pasar-pasar, kalahkan produk lokal. Coba tanya deretan ...