Monday, May 27

Editorial

Kritik Petisi 50 Dijawab ‘Tidak Suka’
Editorial, Estorie

Kritik Petisi 50 Dijawab ‘Tidak Suka’

05 Mei 2024 Kekuasaan selalu berdalih, ketimbang evaluasi dan bercermin… Oleh: Dera Liar Alam JEJAK TERCATAT dalam ‘Suharto, My Thoughts, Words and Deeds’, “Saya tidak suka apa yang dilakukan oleh yang disebut Petisi 50 ini. Saya tidak suka cara-cara mereka, terlebih lagi karena mereka menyebut diri mereka patriot.” Kritik memang tidak diterima, dianggap menghalangi langkah tindak kekuasaan, walau jeblok. Kritik tabu – dianggap ‘miring kiri’, dituduh ‘miring kanan’, dicap memberontak, subversi. Keliru tafsir — kebenaran ditaruh di atas blackletter-law — di titik itu penyelenggara negara menyembah pasal karet, mengancam musuh politiknya. Sejarah 05 Mei 1980, terbit Petisi 50. Ungkapan Keprihatinan Dengan berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, kami yang bertandatangan di bawah in...
Ditangkap, Demokrasi Terceraiberai
Editorial

Ditangkap, Demokrasi Terceraiberai

28 April 2024 Bertahun silam kami berdiskusi membincang demokrasi yang memang soalnya ribet berliku mengumbar judul ‘Kegamangan Mutahir di Pundak Proposal Miskin’, ketika itu tahun 2010… Potret tanah, demikian rakyat yang bergeliat di atasnya. Tak ada ganti untung, tak ada ganti rugi, tetap tercerai. Tuhan-tuhan berkuasa bersuara berpesta merayakan manusia tercerai dari mimpi-mimpi. Leluhur mungkin nanton dan tak mungkin direkam keberadaannya… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: tangkapan layar – gusur demo PROPOSAL cemas kebangkrutan moral diinterupsi berkali-kali, “Saya sudah pernah bilang, bahwa demokrasi sudah mati, tak usah lagi percaya pada sistem atau doktrin produk dunia feodal. Saya juga setuju dengan para ‘Arifin Kiri’, bahwa negara adalah ilusi — tak perlu kita hayati neg...
Guillotine Memancung Demokrasi
Editorial

Guillotine Memancung Demokrasi

12 April 2024 Ampunilah kenaikan harga, sebab janji palsu terasa lebih gurih lebih lezat sesaat dalam bilik lapar haus sosialisasi kemakmuran, dan ternyata impor berbagai goods untuk isi perut isi mindset, sebab terbukti beras ditakar untuk harga diri selama kampanye dan musim pilih penguasa. Katanya rakyat turut memerintah, obrolan ikut arus tujuan nilai-nilai telah terbeli — pembuat sistem bersekutu dengan para saudagar pemborong kursi wakil-wakil yang juga terbeli kepentingan dinasti pesta partai hilang arah entah rakyat mana yang dibela… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: The execution of Louis XVI in 1793 Sumber Gambar: britannica KAWAN minta: ‘Beri kalimat yang mudah dimengerti dan dicerna rakyat’, untuk soal demoskratos — sebagaimana disebut dalam regulasi, tegas bahwa prakt...
Birahi Kuasa Dinasti Lupa Etik
Editorial

Birahi Kuasa Dinasti Lupa Etik

18 Oktober 2023 Lupakan saja, sebab birahi kuasa itu sungguh sementara meninggi dan akan terus dipertontonkan, dipertahankan dengan sejumlah argumentasi. Drama ini yang dikunyah pemirsa di mana saja, jadi gunjingan di berbagai tempat, namun kekuasaan tidak lagi malu pada berbagai soal. Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Diberi tanda DRAMA sidang direcoki sejumlah tafsir, rakyat penontonnya. Gugat, cabut, dibantah, batal, ditunda, disetujui. Ruang uji gaduh, ruang tafsir ricuh, sekian lama tarik-ulur: beda pandangan, beda pendapat. Karena kita akan terus mengulang pesta nista pembohongan rakyat, maka, cara apa saja terus digeluti, asal rakyat bingung: Eksploitasi kuras habis – kiat ekonomi pembangunanisme meninggalkan setumpuk besar perkara derita miskin isi kepala, miskin badan, m...
Hak dan Gugat Hak
Editorial, Hukum & Kebijakan, News

Hak dan Gugat Hak

24 September 2023 Berikut ini sekilas kita menilik hak atas informasi publik. Regulasi – aturan bagi negara – dalam hal ini sistem, pemberi informasi, pengguna informasi, yakni semua rakyat di wilayah Indonesia. Oleh: Daniel Kaligis Penulis adalah Jurnalis Penulis Gambar: Info Publik RAKYAT, dalam hal ini – semua penduduk Indonesia, berhak atas informasi bertanggung-gugat, tepat, dan bermanfaat. Untuk dipahami dan terus digaungkan bahwa penyelengaraan negara berperan untuk wujudkan transparansi: fasilitasi hak publik untuk berperoleh informasi sesuai amanat regulasi. Kesempatan ini, redaksi mengutip ‘Hak atas Informasi Publik dalam Keterbukaan Informasi’ yang disadur dari situs Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia. Di situ disebut bahwa, hak atas informasi menjadi sanga...
Saksi-Saksi Siksa Orde Serakah
Editorial, Guratan

Saksi-Saksi Siksa Orde Serakah

15 September 2023 Miskin tambah miskin sengsara. Pemodal, kaya, kapital, langkanya menjejak di badan-badan, di kepala, di nalar fakir papa gelandangan duafa gembel politik serakah… Oleh: Daniel Kaligis MUASAL krisis berkepanjangan, awal perpecahan ditabur benih-benih keraguan seragam di lahan demoskratos. Zaman sekarang dipenuhi ketulian – ketidakpedulian – interupsi untuk diri sendiri — tertanda diri dan sesama sudah jadi asing. Deras hari ini, negara ingkar janji: diri adalah sosok bingung dan ajaib karena dibentuk sistem. Kita ternyata ada dalam upaya mencari jejak-jejak suara dan identitas orde yang sengaja dikaburkan, atau malah hilang bentuk. Dalam senyap renung mengental di jiwa, di nalar, di badan kemanusiaan Indonesia. Coba tanya klaim ‘rasa memiliki itu’. Jangan-janga...
Bermain Api
Editorial

Bermain Api

08 September 2023 Di bilik berpendingin, anak-anak tenang, terhanyut pada gadget yang telah mendiamkan mereka sekian lama - entah kreativitas mereka terpangkas atau sementara dibangun didirikan... Suatu sore jelang gelap saya melintas jalan-jalan kota, mengitari gang-gang dan menonton permainan sedemikian kaku... Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Tiang menyanggah pasak anak-anak bermain. NYALA api tidak kentara, sebab gulita dan musim menyamarkannya — sepintas menghitung, satu, dua, tiga, empat wajah tersamar sore yang usur, lampu-lampu sudah menyala di jalan-jalan, di ruang, di bilik, di sepanjang pesisir ramai mengurusi jualan berkemasan plastik. Dan, saya mengeja sajak: dua bocah di tanah bermain api - berapa kawan petualang mengirim cerita: The Lahaina wildfire was one of four...
Dibungkam Jelang Pesta
Editorial, Susastra

Dibungkam Jelang Pesta

27 Agustus 2023 Menjawab ‘Jejak 20’. Ayat-ayat sudah dirancang untuk memenjara kata, membungkam argumentasi… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Suara didengar diabaikan. JANGAN ditanya mengapa dengung tanpa suara rakyat dilarang ‘manggung’. Sebab, panggung penuh sesak. Di sana para penunggu sementara melakonkan hantu penasaran bangkit dari kemalasan berpikir. Coba baca beritamu kemarin dan mulailah berpikir. Atau bila engkau enggan, mulailah bersandiwara sendiri. Matamu masih merah sisa kantuk semalam, dan di tiap cawan yang kau tinggalkan jejak bibirmu belum dicuci. Panggung-pun masih memanggil-mangil obrolanmu bacakan kesaksian masa depan sebagai ujaran kisah bersambung sejarah negeri seberang sudah kau singgahi dengan segala penat dan letih bercampur selingkuh kepercayaan. Pes...
Akumulasi Pergandaran Plastik
Editorial

Akumulasi Pergandaran Plastik

24 Juli 2023 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Samudera terima sisa-sisa DESK 17 opini menderas, teks dirangkai dari sana untuk hari penat. Iklan layanan memang merdu: Transportasi memainkan kunci utama dalam pergerakan logistik sehingga strategi penetapan tarif jadi isu penting dalam sistem transportasi. Rakyat kurang logistik, kurang pikir. Dalam tataran sama, pemegang kuasa juga kurang pikir. Regulasi peningkatan usaha kecil menengah arahnya instan dan tingkatkan akumulasi pergandaran plastik. Di titik sama, produk lokal dikerjakan asal jadi. Sampah ada di mana-mana dari hilir sampai hulu. Siklus ini bisa dibolak-balik, silahkan tentukan sendiri mau melihatnya dari sisi mana, mau mulai di mana. Hitungannya berujung sisa-sisa. Dari rimba raya, dizkusie sajak koffie: Tamu datang be...
Menggandar Pasal Pengurasan
Editorial, Foto Pilihan

Menggandar Pasal Pengurasan

11 Juli 2023 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Sarapan siap. PARA dewa dewi datang di negeri ribuan pulau dan ngaku menemu Surga. Kayakinan berkhayal negeri kekal seberang langit, menggandar pembenaran pasal-pasal pengurasan sumberdaya. Hampir pagi: diskusi sambil sarapan sayur buah, teh kopi air mineral ditata pada meja tanpa taplak. Lorong-lorong dipenuhi bunyi tepuk tangan. Renungan di atas pesawat goyang, kemudian membahas teori tinggal landas, tiket yang teramat sering dibikin mahal karena kepentingan-kepentingan sistem. Kemarin, perahu-perahu bocor membaptis ilusi. Mengabarkan bahtera tuju dermaga, dan hilang oleh ufuk bercahaya bias. Menyambung huruf, kata, data, fakta. Jembatan, bandar-bandar, jalan bikin kaya. Perhubungan apa kerjanya? Tarif sudah melonjak tanpa kontro...