Sunday, April 14

Mimpi Naomi


05 Maret 2023


Siapa berjalan di depan? Perempuan! Beri dia jalan, biar dia berlari menembus mimpinya…


Oleh: Daniel Kaligis


Foto: Berjualan di trotoar Jl. M.H. Thamrin


BERTEMU Naomi di depan gedung Sarinah, Jl. M.H. Thamrin, Gondangdia, Menteng – Jakarta Pusat. Minggu pagi, 2018, Asian Games sementara berlangsung di dua kota: Jakarta dan Palembang. Orang-orang lalu-lalang, pejalan kaki hilir-mudik, tukang jual ada di trotoar. “Semakin maju Indonesia, aku pendukung pak Jokowi. Aku bangga pak Jokowi, ekonomi kita benar-benar sebentar lagi akan bagus, semua jalan-jalan dibuka, jangankan di Jakarta, sampe ke Papua udah dibuka,” kata Naomi.

Jualan kaos ketika ‘Car Free Day’, itu Naomi. Saya membeli satu, Lucky Brand. “Kaos ini dijual di luar negeri, ada di Los Angeles California. Tidak terlalu dikenal di Indonesia, padahal made in Indonesia,” tutur perempuan asal Sumatera Utara itu. Saya membeli Lucky Brand-nya, harganya tujuh puluh ribu rupiah per lembar kaos saat ini.

Ingat sekali waktu itu, masyarakat belum dibebani regulasi scan QR code ‘peduli-lindungi’ atau menunjukan minimal sertifikan vaksin kedua. Tidak ada tulisan ‘terapkan protokol kesehatan’. Walau sudah ada kesepakatan pengguna sepeda, pejalan kaki, pelari, gunakan lajur sesuai peruntukkan. Pedagang diperbolehkan pada zona kuning dan hijau saja. Padahal, yang langgar-langgar ketentuan memang jamak terjadi sampai sekarang.

Naomi, teman ngobrol yang asyik. Banyak bacot dia. (*)