Tuesday, May 28

Belajar itu Berjuang


28 Februari 2023


Uji-coba kebijakan jauh jarak dari bangku sekolah, “Demi melatih kedisiplinan,” katanya begitu. Saya coba menggubah syair, dua dua Februari: salam budaya, kunjungan sistem dalam sistem bertemu orang-orang perwakilan dari sekolah-sekolah, kekuasaan bicara disebut punya perhatian serius. Apa itu? Supaya jadi siswa unggul. O, demikian rupanya. Ini penjelasan sistem pendekatan top-down dan ada yang angkat bicara…


Oleh: Daniel Kaligis


Gambar: Anak-Anak SMK Negeri 3 Kalabahi dalam kelas – Foto DanilTakpala


OBROLAN singkat pagi jelang siang, 01 Maret 2023. “Izin share foto, bung. Salam hormat,” kata saya pada seorang guru. Dia jawab singkat, “Siap bang.” Foto menarik tentang dunia pendidikan dari pelosok timur Indonesia diunggah DanilTakpala, caption sederhana, namun luar biasa menurut saya: Belajar itu berjuang, berjuang itu kemerdekaan! — Mereka sudah di kelas jam 07.15 WITA di SMK Negeri 3 Kalabahi.

Pernah datang di Kalabahi, berbicara dengan orang-orang di sana, perempuan lelaki, berdiskusi berbagai hal. Nama kota itu diketahui diambil dari nama pohon Cussambium — Schleichera Oleosa. L, gum-lac tree, Indian lac tree, Malay lac tree, Macassar oil tree, Ceylon oak, dll. Tercatat pepohon itu tumbuh di berbagai tempat di wilayah kota pada saat pemerintahan kolonial Belanda memindahkan pusat pemerintahan di Alor dari Alor Kecil ke Kalabahi, tahun 1911. Datang di sana dua tahun silam dan bersua kawan-kawan, juga saya pertama kalinya bertemu DanilTakpala di Takpala Tribe, Takpala Village, Alor. Di sana berbincang, berfoto, melihat anak-anak bermain sekitar pemukiman. Para petualang datang, juga berbincang, berfoto, dan mengamati lingkungan sekitar. Masih ingat saya manakala DanilTakpala menyebut, “Di sini bebas, udara segar. Fresh air grants you the most satisfying of feelings.” Dia, kawan diskusi yang baik, senantiasa ramah menyambut orang-orang yang datang di kampungnya yang berhadapan samudera serta hutan di sekeliling.

Kutipan yang dipetiknya saya ingat, tentang ‘Swedish Traditional Clothing’. Ada tiga bait kutipan yang saya suka ditera oleh DanilTakpala, saya bagikan di sini:

Pada abad ke-19, pakaian petani menjadi mode untuk kelas atas dan menengah. Busana perempuan tani merupakan gaya yang diminati. Pakaian tradisional wanita petani Swedia lebih bernostalgia daripada pakaian yang dikenakan oleh wanita kelas atas dan menengah saat itu.

Inilah saat orang kaya mulai mengenakan apa yang dianggap pakaian petani di berbagai acara dan festival. Museum telah mulai mengumpulkan berbagai gaya pakaian petani Swedia untuk memperingati inspirasinya untuk desain kostum nasional saat ini.

Pada abad ke-19, fashion juga mulai berubah. Gerakan emansipasi perempuan menjadi pengaruh besar dalam fashion perempuan.

Hari beranjak siang, saya coba menelusuri mesin pencari. Foto-foto berkisah banyak kejadian. Ingatlah saya DanilTakpala itu mengajar, dia guru, berkontribusi pada Les Bahasa Inggris Alor, dia kawan yang hebat. Tahun silam, medio 2022, saya melihat foto-foto perjalanannya dari Nusa Tenggara Timur ke Swedia dalam program Pengajar Linguistik pada Oceanic and South East Asian Navigators di Universitas Uppsala, Swedia. Dari perjalanan itu dia sempat mampir di Praha, Republik Ceko, dan sejumlah kota dunia.

Foto, berikutnya teks, memacu ingatan pada sejumlah nama dan soal. Teks tentang Praha, membuat pikiran saya seperti hanyut di Vltava. Sungai yang menderas dua ratus tujuh puluh mil dilintas delapan belas jembatan dan membelah kota Praha. Diketahui, medio 1950-an, berapa bendungan dibangun di Vltava. Berdasarkan volumen air, Bendungan Orlík adalah yang terbesar, sementara berdasarkan area, Bendungan Lipno di Hutan Bohemia adalah yang terluas. Di utara Praha, Reservoar Štěchovice dibangun di lokasi Jeram St. John. Vltava dilengkapi dengan beberapa pintu air dan bendung yang membantu mengurangi alirannya dari ketinggian tiga ribu delapan ratus empat puluh lima kaki pada sumbernya dekat perbatasan Jerman hingga ketinggian lima ratus sembilan kaki pada mulut sungai di Mělník. Praha telah berdiri sejak abad kesebelas sebagai ibu kota Bohemia. Di sana menetap para pangeran dan raja-raja Ceko, Romawi, dan Jerman.

Di sini, bertualang dalam teks, melihat gambar-gambar. Foto DanilTakpala adalah interupsi. Obrolan pagi menjelang siang baru berapa saat lalu. Orang-orang berdiskusi soal masuk sekolah jam lima subuh. Letty Ebykawa, kawannya DanilTakpala menanggapi foto. Dia berseru dengan dialek Nusa Tenggara Timur, “Pikir su dari Jam 5 tu ee.” DanilTakpala menjawab singkat, “Mungkin nanti.”

Belajar itu sepanjang hayat di kandung badan, belajar sepanjang zaman: kemarin, sekarang, seterusnya. Di banyak negara, fasilitas untuk belajar dibenahi, kurikulum diuji – dievaluasi – dibenahi. Waktu tak efektif dipangkas, materi pendidikan ditelaah, dibahas oleh banyak ahli berkompeten, keamanan dan kenyamanan diberikan sehingga anak-anak yang belajar pada lembaga yang bernama sekolah itu menjadi betah, bersungguh-sungguh, giat, rajin, dan seterusnya. Di negeri kita, pendidikan jadi ajang ‘kelinci percobaan’, pesertanya anak-anak kita sendiri, generasi penerus perjuangan bangsa. Semalam saya diskusi dengan beberapa teman tentang ‘jam pelajaran dimajukan ke jam lima pagi’. George, kawan saya nyeletuk, “Kenapa tidak coba dulu kantor-kantor institusi pemerintah yang mulai buka jam lima pagi untuk pelayanan?” Aturan dibuat otoritas kuasa terlalu sering kontroversi. Soal-soal lain dianggap remeh: air bersih, gedung sekolah, jalan, listrik dan penerangan, izin-izin.

Mengutip postingan Rita Hasugian di KatongNTT7 Negara Terbaik Sistem Pendidikan di Dunia Tak Satupun Terapkan Sekolah Subuh’:

Programme for International Student Assessment (PISA) melaporkan sistem pendidikan Finlandia merupakan yang terbaik di dunia. Negara ini menerapkan jam belajar di sekolah hanya lima jam per hari. Jam belajar siswa dimulai dari 09 pagi. Siswa SMA belajar seperti halnya di dunia perguruan tinggi. Mereka hanya ke sekolah saat jam pelajaran yang sesuai minat dan bakat mereka.

Di Amerika Serikat, jam belajar di sekolah sekitar 06 jam setiap hari, belum termasuk jam istirahat. Untuk SD, jam belajar dimulai dari 08.40 – 15.15. Untuk SMP dari jam 07.50 – 14.50, dan SMA dari 08.15 hingga 15.15.

Inggris, negara maju di bidang pendidikan dan budaya ini, menerapkan 5-6 jam sekolah untuk siswanya. Untuk setara SD, kegiatan belajar dimulai jam 09 pagi sampai 03 sore. Untuk SMP, dari jam 08.40 sampai 15.30. Untuk SMA, dimulai dari 08.30 hingga 15.15.

Jepang, selasatu negara paling maju dalam dunia pendidikan di dunia, menerapkan jam belajar dimulai 08.30 baik untuk SD, SMP maupun SMA. Namun negara ini memberlakukan lama belajar yang panjang. Untuk siswa SD, belajar berakhir pada jam 01 siang. Siswa SMP mengakhiri pelajarannya di sekolah pada jam 15.30. Dan siswa SMA pada jam 07 malam.

Singapura, Negeri Jiran yang dinilai paling maju sistem pendidikannya di ASEAN dan Asia, bahkan dunia, menerapkan masuk sekolah jam 07.30 pagi untuk semua tingkatan. Namun, para siswa menghabiskan waktu jauh lebih lama di sekolah dibandingkan Indonesia. Untuk SD, sekolah berakhir pada jam 01 siang. Untuk SMP aktivitas belajar di sekolah berakhir pada 03 sore, dan siswa SMA, sekolah berakhir pada jam 04 sore.

Di Cina, siswa mendapatkan jam belajar yang lama di sekolah. Pemerintah Cina menerapkan jam belajar di semua level sama, yaitu 06.30 pagi. Untuk SD, kegiatan belajar di sekolah berakhir di jam 03 sore. Siswa SMP mengakhiri pelajarannya di sekolah jam 05 sore, dan SMA jam 07 malam.

Negara yang terkenal dengan industri musik K-Pop, Korea Selatan, menerapkan jam masuk sekolah sama di semua jenjang dari SD, SMP dan SMA yakni jam 08 pagi. Namun jam pulang sekolahnya yang berbeda. Untuk SD, siswa bubar sekolah jam 01 siang. Untuk SMP, jam 16.30, dan siswa SMA mengakhiri pelajaran jam 05 sore.

Evaluasi tentu penting, demikian juga belajar dari negeri lain boleh jadi acuan di negeri kita, mengambil nilai positifnya.

Emmy Sahertian, aktivis yang bergiat di Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, tinggal di Kupang, menyebut bahwa, sekolah subuh itu lebih cocok buat sekolah berasrama – kalau tidak, akan rentan buat remaja putri. Di halamannya Emmy saya membaca beberapa judul, interupsi terhadap rencana uji-coba sekolah subuh: Ketua LPA NTT Tolak Kebijakan Siswa Masuk Sekolah Jam 5 Pagi; DPR Kaget ada Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5. Menurut Emmy, “Aturan sekolah subuh nih gaya patriarkhi sekali. Tidak pertimbangkan keamananan remaja putri dan para guru perempuan.”

Saya balik pada interupsi foto. “Belajar itu berjuang, berjuang itu kemerdekaan! — Mereka sudah di kelas jam 07.15 WITA di SMK Negeri 3 Kalabahi.” Catatan foto yang mendalam, interupsi tegas lugas berpihak pada generasi penerus disampaikan DanilTakpala. Gambar yang dia tampilkan tadi pagi, 01 Maret 2023, menceritakan fakta dan banyak hal tentang pendidikan di negeri ini. Saya salut.

Tahun silam, pada suatu ketika DanilTakpala menginterupsi, “You don’t have to work as hard as yesterday, now it looks easy as most observers have noticed and already doing it.”

Coba uji-coba itu diterapkan pada diri kita sendiri lebih dahulu. Apa pendapat anda? Tafsir asumsi opini tentu akan banyak, sebanyak beban dan tanggung gugat yang menunggu di belakang dan di depan kita.

Kembali mengingatkan interupsi foto: Belajar itu berjuang, berjuang itu kemerdekaan! Bangun negeri ini. Berdayakan anak-anak kita dengan aturan masuk akal. Begitu. (*)

1 Comment

Comments are closed.