Tuesday, February 27

Subuh di Fakfak


31 Januari 2023


Oleh: Dera Liar Alam


PERAHU-PERAHU hilang di ufuk, kapal merapat dan sandar di dermaga. Mereka yang pergi, berlayar ke tanah jauh, ada yang tiba dalam rindu…

Daratan ini seperti bagian badan bersambung tangan terentang, dan teluk memeluk; kepalanya adalah puncak-puncak yang menjulang lebih dari seribu meter dari permukaan laut…

Bincang kami melebar ke Teluk Berau, Pulau Tugu Seram, Karas, Bomberay, hingga Laut Arafura. “Saya dengar kisah dari tua-tua di sini.” Demikian Ade Indra mengulas. “Orang-orang Key datang ke Fakfak. Mereka mengembara ke gunung-gunung. Tapi, itu sudah lama sekali, dulu, saya tidak tahu tahun berapa waktu lalu. Pokoknya orang-orang tua di sini menyebut begitu.” Tangan Ade Indra menunjuk pulau kecil yang bersebelahan Pulau Tugu Seram dan Pulau Panjang di depan Kota Fakfak. “Itu Pulau Key! Mungkin orang-orang Key singgah di sana sebelum mereka menembus rimba Fakfak di masa silam.”

Dari sini, kita leluasa memandangi tebing, bukit, gunung, dan laut lepas. Ada ketika di mana kabut dan gerimis seakan ingin menyambungkan Pulau Panjang dengan Pulau Tugu Seram. (*)

Fakfak, 2015