Tuesday, May 28

Pemuda Sikapi Situasi Politik jelang Tahun Politik


28 Oktober 2023


Gedung Sebaguna Makassar di Jl. Domba No. 18, jelang siang, 28 Oktober 2023: Orang-orang bersua dalam Dialog Kebangsaan. Topik menarik dengan tema ‘Usahakanlah Kesejahteraan Kota – Peran Pemuda Menyikapi Politik dan Tantangannya.’


Oleh: Daniel Kaligis


DI SITU, di Gedung Sebaguna Makassar, idea diperbincangkan para orator. Hadir tokoh-tokoh pemuda dikawal para gaek-sepuh yang punya banyak pengalaman. Acara ini digagas ‘Aku Muda Jaga Kota Moakassar’, dan proses dialog dimoderatori Yoris Ratu Subah. Yoris pada sesi pembukaan mengulang semangat persatuan. “Pertemuan kita di sini singkron dengan semangat Sumpah Pemuda,” tutur Ketua Pemuda Katolik – Komcab Kota Makassar itu. Sambutan Yoris dikuatkan Hesky Andhika Wurarah, praktisi hukum di kota Makassar. “Nilai universal yang ingin kita kembangkan dalam kesempatan ini yaitu persaudaraan,” kata Hesky.

Isu negara dibahas. Perkembangan perpolitikan dan kebijakan pemerintah disorot. “Saya cermati beberapa tahun belakangan ini justeru persekusi tempat ibadah menjadi marak dan banyak dari kita yang masih saja diam. Ada tempat ibadah disegel, ditutup. Ini menjadi keprihatinan kita bersama, secara khusus menjadi perhatian saya untuk berbicara tentang pendidikan politik pada kaum muda. Termasuk tentang kemerdekaan beribadah itu, tentu kita semua berharap partisipasi pemuda untuk membela hak-hak politik politiknya,” ujar Jimmy S.E, politisi Sulawesi Selatan.

Ada doa kebangsaan. Ada tembang pujian. Ada ramah-tamah dari awal hingga penghujung acara. George Nurtani, pemerhati kebangsaan, menyinggung berkaitan dengan disparitas yang ada di masyarakat. “Disparitas itu yang harus kita kikis. Dekatkan jarak untuk persatuan dan persaudaraan.” Pemantik dialog pamungkas seorang perempuan, Cherly Siegers. Dia akademisi di Universitas Atmajaya, orasinya menyinggung peran masyarkat. “Pantau, awasi, dan kawal proses politik yang akan kita lewati bersama, pemilu dan pilkada. Pemuda dan masyarakat jadilah relawan demokrasi. Saya titip buat kaum perempuan supaya peduli politik,” kata Cherly Siegers penuh semangat.

Dialog sekitar tiga jam, dan waktu yang tak pernah dapat ditahan dalam kesempatan bertukar idea dan pendapat. Ringkas, namun penuh makna. (*)