Tuesday, February 27

Estorie Teluk Guantanamo


23 Februari 2023


Ingat tembang Guantanamera, lagu itu mengisahkan gadis-gadis Guantánamo. Sajak menghadapi kematian di hadapan sang matahari dalam rindu dan miskin, dihibur gelap, hutan, gunung dan samudera. Guantánamo, one of largest and best sheltered bays in the world. Provinsi itu terkenal sebab menghasilkan tebu, kopi, dan coklat…


Oleh: Dera Liar Alam


Gambar: Base Naval de la Bahía de Guantánamo
Sumber gambar: Mapcarta


BAHÍA de Guantánamo adalah teluk di tenggara Kuba, pelabuhan besar di selatan pulau. Amerika Serikat menguasai Teluk Guantánamo di bawah perjanjian Kuba Amerika tahun 1903. Pemerintah Kuba sekarang menganggap keberadaan Amerika di teluk Guantanamo ilegal, mereka berpendapat bahwa perjanjian Kuba Amerika melanggar artikel 52 Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian tahun 1969. Padahal, ‘katanya’ 23 Februari 1903 – Kuba menyewakan Teluk Guantanamo kepada Amerika Serikat.

Anda bisa saja tau soal Al-Qaeda, organisasi paramiliter jihad – didirikan dan dibentuk oleh Osama bin Laden, Abdullah Azzam, dan beberapa sukarelawan Arab lainnya dengan tujuan menggalang kekuatan untuk mengusir Uni Soviet pada Perang Afghanistan. Selasatu tujuan utamanya mengurangi pengaruh luar terhadap kepentingan Islam. Tercatat Al-Qaeda digolongkan organisasi teroris internasional oleh PBB, dan oleh negara-negara antara lain Amerika Serikat, Israel, Uni Eropa, Britania Raya, Kanada, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Arab Saudi, Rusia, Tiongkok, Indonesia, dan sejumlah negara di dunia.

Nah, di bagian selatan Teluk Guantánamo adalah pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat. Di sana ada kamp tahanan bagi mereka yang dicurigai terlibat jaringan teroris al-Qaeda dan Taliban oleh pihak militer Amerika Serikat.

Membaca Tempo, Selasa, 14 Pebruari 2006, disebut yang mana Prajurit Amerika Serikat terbukti melakukan penyiksaan terhadap para tahanan di penjara Guantanamo, Kuba. Pernyataan ini diperoleh dari sumber di badan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyebutkan bahwa PBB telah menyusun laporan resmi penyelidikan Guantanamo. Dokumen PBB tersebut, yang sempat dibaca wartawan Los Angeles Times, menyebutkan bahwa para investigator akan menyarankan agar penjara itu ditutup selamanya dalam tempo secepatnya. Mereka juga akan mempertanyakan status hukum dan klasifikasi tahanan yang masuk ke Guantanamo.

Laporan di Tempo itu diberi tajuk ‘PBB: Penjara Guantanamo Harus Ditutup Secepatnya.’

Bukan hanya karena Guantanamera, gula, kopi, dan coklat, Guantánamo terkenal sebab hidup dalam tahanan di sana telah jadi siksa beringas nan kejam.

Duhai bumi, berdamailah dengan sesama, sudahi proyek perang dan penyiksaan. (*)