Friday, April 19

Cerita Kokang Senapan di Kota Lama dan Tutur Horaforas


02 Juli 2023


Oleh: Daniel Kaligis


Gambar: Beberapa ketika setelah touchdown


KOTA LAMA itu kenangan bertahun-tahun silam, datang di sana manakala airport dibuka dan pandemi C-19 masih menyala. Bermanja aroma laut di Pasir Panjang lalu tuju Rumah Babe, di sana bercerita tentang tenunan tradisional khas di Nusa Tenggara.

Horaforas, ingatan itu deras di Kota Lama, pegunungan, laut, pulau-pulau, deuz: Konstitusi Portugal pra-1974, Timor Portugis, Angola, Cape Verde, Guinea Portugis, Mozambik, Sao Tome dan Principe di Afrika; Makau, sajak mendaur obrol semalam suntuk dekat taman makam pahlawan.

Kawan saya R.A., bilang ke saya, “Soe, pernah menjejak depan pintu jati, upacara, hasil bumi, tenun adat, pelor, senapan, seteru ideologi, dan seterusnya.”

Datang di Kupang, kemudian bertualang ratusan kilometer. Mengenang Soe membuat saya belajar mengeja Cendana, Kampung Baru, Karang Sirih, Kobekamusa, Kota Baru, Nonohonis, Nunumeu, Oekefan, Oebesa, Soe, Taubneno, Kuatae, Noemeto, dan seterusnya.

Dulu, tercatat ada upacara ‘Tulu Nekak Ansaof Neu Ahonit Ma Ataos Amoet Apakaet’. Simbol penyerahan diri orang Timor kepada leluhur. Disebutkan bahwa ritual itu dipraksiskan para ketua adat di tiga wilayah, yakni, di Insana, di Miomaffo dan di Biboki. Dalam upacara ini, umat akan menyembelih seekor kerbau besar. Selain kerbau, tokoh adat memberi sesajian sirih pinang, ayam, minuman lokal, dan beberapa keping uang perak.


Apa itu Horaforas?

Baca di Wikipedia disebut yang mana, suuku Alfur, Alfuros, Alfures, Alifuru atau Horaforas — diambil dari tutur bahasa Belanda, Alfuren. Terminologi luas yang digunakan oleh orang Melayu untuk semua orang non-Muslim yang tinggal di wilayah tak terakses di bagian timur Kepulauan Nusantara. Saat ini istilah ini tak terbatas untuk suku aborigin lokal yang berciri Austronesia, Negrito atau Papua, tetapi juga dapat digunakan untuk suku berdarah Melayu pula yang berdomisili di Kepulauan Maluku Selatan. Tercatat sampai saat ini suku Alifuru yang masih bertahan di Pulau Seram adalah Huaulu di Seram Utara dan suku Nuaulu di Seram Selatan.


Di Kota Lama, tutur menjalar. Cerita tentang Horaforas, kisah-kisah ngeri negeri bergolak karena debar kekuasaan merasuk. Hanya kenang, ketika Juli beberapa tahun lalu datang di Kupang. (*)