Monday, May 27

Tissue dan Isu Penebangan


27 Maret 2022


Hutan kadang seperti isu, tissue dibakar, berkobar hanya dalam sejumlah sejarah teks, pembersih…

Dogma mahabenar senantiasa menebang isu-isu kritis yang rugikan kepentingan takhta-takhta oligarki sementara merajalela seakan tak terkendali…


Oleh: Daniel Kaligis
Penulis adalah jurnalis penulis
Gambar: Menanam di lahan sendiri, dimanfaatkan bagi kepentingan bersama.


BELANJA tissue agak banyakan. Kertas ini bikin bersih, walau setara penebangan sejumlah hektar belantara. Kata kawan, “Propaganda lingkungan itu seperti penghancuran, bencana, supaya makhluk-makhluk mengerti dan peduli.”

Ziarah syair kuil tua di rimba digital: logika sudah ditaruh dalam bagasi mobil berapa tahun silam manakala sistem mendustakan keyakinan kurikulum tebal berdagang kertas-kertas regulasi.

Pernah membaca tentang ‘Tulang Ishango’ ditemukan Jean de Heinzelin de Braucourt dari Belgia saat menjelajah Kongo Belgia, 1950.

Tulang ini ditemukan di daerah Ishango dekat Sungai Semliki, bagian hulu Sungai Nil. Tulang ini ditemukan di antara sisa-sisa komunitas kecil yang hidup dengan memancing dan berkumpul di daerah Afrika. Komunitas tersebut terkubur dalam letusan gunung berapi.

Awalnya ‘Tulang Ishango’ diperkirakan berasal antara 9.000 SM dan 6.500 SM. Namun, setelah penanggalan situs itu dievaluasi ulang, alat ini diyakini berusia lebih dari 20.000 tahun. Tulang Ishango dipamerkan secara permanen di Royal Belgian Institute of Natural Sciences, Brussels, Belgia.

Ada banyak misteri di sekitar kita. Cobalah menghitungnya. ‘Tulang Ishango’ bagi awam dianggap mustahil dari sisi satu buku sajak tua yang mungkin pernah anda baca. Isu seperti ini juga suka ditebangi dengan dalil dogma mahabenar.

Masih ada temuan lebih klasik dari TulangIshangi, yakni ‘Tulang Lebombo’. Peralatan ini terbuat dari tulang fibula baboon dengan goresan-goresan. Tulang Lelombo ditemukan di pegunungan Lembombo di antara Swaziland dan Afrika Selatan.

Perbedaan bagian irisan-irisan menandakan penggunaan alat pemotong berbeda. Penemunya, Peter Beaumont, menafsir tulang itu sebagai bukti alat yang jadi bagian dalam kegiatan ritual, sama seperti banyak penanda lain yang ditemukan di banyak tempat di dunia. Tulang Lelombo berusia antara 44.200 dan 43.000 tahun – berdasarkan hasil dari dua puluh empat penanggalan radiokarbon.

Kalkulasi saja. Setiap info selalu diuji, dibenturkan, dicari persamaan – pertidaksamaan-nya, sebagaimana pengetahuan berapriori, menenun sajak-sajak pengalaman yang berulang sebagai kepercayaansementara yang senantiasa dapat direvisi, dapat dimodifikasi, dan sangat mungkin dapat diganti.

Membaca dari sejumlah literatur, membandingkan, menulis ulang, mengedit, memilih sejumlah huruf, menenunnya sebagai sajak. Hutan ditebang, rakyat disalahkan dikekang. Tissue, menghapus jejak kenang.

Menanya orang-orang, berkisah dengan mereka, kawan, siapa saja yang mau berbagai cerita, memerhati fenomena, dan menunda judul sejumlah artikel. Hutan, sajak misteri, penebangan nan ngeri, semisal hoax yang terus membakar. Penebangan, gencar dihapus dari lembar perkara. Begitu. (*)