Sunday, July 14

Tag: Sungai

Malam Buta
Susastra

Malam Buta

02 Februari 2024 Oleh: Dera Liar Alam MENDERAP di tikung malam buta dan gelap: Nafsi Basi Sandiwara Hitam Putih Meneteslah... Sungai Samudera Kering Fatal Bebal Kesal 2010
Di Bawah Gedung Pencakar Langit
Susastra

Di Bawah Gedung Pencakar Langit

11 Oktober 2023 Oleh: Arman Yuli Prasetya Penulis adalah Penulis Tinggal di Bojonegoro Gambar: Anak-anak kita di bayang musim yang entah GEDUNG-GEDUNG pencakar langit menusuk awan. Kabut menimpanya tapi dingin tertolak pada kaca. Pagi bergetar. Di sisi jalan keresahan bertumpuk seperti sampah dipinggirkan. Hujan menderas dalam musim. Sungai keruh terhenti. Surga penuh dusta melempar kita menjadi pendosa. Saling menatap dalam rembang yang ditinggalkan. Angin menyentuh jalan. Hampa dalam genggaman. Waktu dalam lingkup langit yang beku. Kita sibuk mengais apa saja yang akan berlalu. Tapi hidup adalah kuku-kuku yang kerap membenamkan tubuhku. (*)
Rumah-Rumah di Balik Kabut
Susastra

Rumah-Rumah di Balik Kabut

13 Agustus 2023 Kode 52. Oleh: Arman Yuli Prasetya Penulis adalah Penulis Tinggal di Bojonegoro Gambar: Setapak tuju hutan KEMARAU ini berlangsung lebih lama. Pohon-pohon di hutan ini layaknya seorang pria yang tak pernah berjalan jauh dari rumahnya. Mereka berbaris tapi tak rapi. Burung-burung hinggap di dahan. Berkicau dengan buru-buru. Jalan setapak yang dulu pernah membelah hutan manjadi dua bagian yang sama panjang. Menuju rumah-rumah di balik kabut. Dengan sungai dan batu-batu hitam. Halaman yang ditumbuhi bunga-bunga tanjung. Seorang anak yang melewati jalan setapak itu. Mencari di mana tanah penuh cahaya itu berada. Ia melihat ketinggianmu yang menjulang dan kau melihatnya dengan diam. Seperti kabut dan angin yang memenuhi satu sama lain. Ketika kupu-kupu pertama l...
Angin Kemarau Memanggil Ibu
Susastra

Angin Kemarau Memanggil Ibu

11 Agustus 2023 Oleh: Dera Liar Alam INGIN, angin. kemarau panjang tiupkan dedaun: anak-anak bakar petasan kemerdekaan, lalu main layangan di petak tanah tunggu jamin sertifikat negeri kaya regulasi. Dewata, manakala lepas kurungan jadi penasehat, pimpin partai, bersiul, bersabda, berfirman. Tani nelayan bercocok-tanam plastik, membawa panen tanah ke pasar timbang harga terus naik orang-orang haus lapar dalam data tukang sensus gemuk: semua dipajaki, naik turun singgah sedot sembur muntah segala caci-maki. Racun sudah di ladang di sungai di danau di laut. Bisnis plastik telah diijon dari orde silam. Hutang, di pangkunya lahir gadget dan anak-anak instan: mie mie mie, begitu mereka memanggil ibu, menggoda pelancong dengan ukulele berdawai satu, seragam. Bila longsor banjir, kampa...
Somewhere in Salenrang
Budaya, Foto Pilihan

Somewhere in Salenrang

20 April 2023 Oleh: Dera Liar Alam SALENRANG adalah kerajaan kecil yang dikendalikan para teturunan galarrang di Bontoa, dan pusatnya di Panjallingan. Gambar: sungai sebagai jalan masuk menuju kampung karst Ramang-Ramang. Gembar berikut di bawah ini adalah seorang perempuan menjemur padi yang dipetik dari hasil bertanam di persawahan sekitar Ammarung. (*) Stepping into nature | time reflecting on my life when I’m outside of my everyday setting.
Baru Terasa
Budaya, Susastra

Baru Terasa

12 Juli 2022 Oleh: Dini Usman Penulis adalah pelukis dan penulis Gambar: Mendung di sisi Kali – Foto Dera Liar Alam Kehilangan benda Bisa dicari Jika tak dapat? Bisa diganti Kehilangan karib sejati Ke mana ditemui? Di dinding facebook? Di galeri foto? Di balik selimut? Di meja makan? Di dapur? Di ruang tamu? Di tempat tidur? Di puncak perbukitan? Di lembah? Di sungai? Di dasar lautan? Di kuburan? Tidak kutemukan Cuma keheningan Ketiadaan Kepada laut telah kusampaikan Kepada hujan kunyatakan terang-terangan Kepada pekat malam kuteriakkan Kepada angin yang berisik sering kuceritakan Kepada tangis yang rentan pecah kuperdengarkan Sayang... Pada jejak langkah Saat bahagia Saat siksa mendera Ternyata cinta perekat ajaib istimewa Memudahkan segala-galanya Ah, Memang cinta aku sam...
Musim Bunga
Susastra

Musim Bunga

29 April 2022 Oleh: MiRa Roe Penulis adalah sastrawan penulis Gambar: Laburnum anagyroides - Golden Chain Tree Amstel Kade – berlatar belakang rumah di atas air dan taman bunga – April 2010 Daun bersemi Hijau menghias kota Bunga merekah Ingatan malam hari Sinar bulan membayang Aaah, terik matahari melayukan bunga dan daun-daunan, hingga tunduk tanpa daya. Hukum alam telah mengajarkan pada kita semua, bahwa hidup manusia dihitung dalam batasan waktu menuju kuburan, sekali pergi tak mungkin kembali lagi. Mengenang masa Usia melebur duka Berbina jasa Megah merah, berdarah Hayat dikandung badan Kuingat pesan akhirmu, ayah, bahwa kehormatan, kemasyuran dan nama harum bukanlah titik akhir idaman hidupmu, walaupun hidup, mati, hina dan mulia adalah pemberian alam. Kilatan petir D...