Thursday, February 12

Tag: Rendezvous

Interupsi di Titik Temu
Editorial, Opini

Interupsi di Titik Temu

02 Februari 2026 Bersua di titik temu, pesta ada di situ. Di riuh debat siapa paling benar. Kebenaran diuji pada titik-titik temu pengetahuan. Walau, ‘katanya’ pengetahuan itu lebih banyak disimpan hanya untuk mereka yang mencarinya hingga jauh dan dalam, cari di titik temu. Rakyat, khalayak ramai hanya menelan propaganda dan menularkan dogma yang diyakininya benar seturut tafsir. Titik temu, negara menudung sistem dengan regulasi, distribusi informasi elektronik bermuatan penghinaan tafsir karet cemarkan nama – sanksi pidananya penjara dan denda maksimal satu miliar. Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Menyimak seketika Minahassa dari Kilapong Hills. BERTAMBAHLAH tou, bertambah-tambah penghuni bumi di titik temu, sebab pernah diucap dan tercatat: bahwasanya tanah leluhur di bayang ...
Ledak Hukum Bimbang dan Misteri Geopolitik
Estorie, Guratan

Ledak Hukum Bimbang dan Misteri Geopolitik

30 Juni 2024 Pepohon di Taiga dedaun menajam-jarum, berselimut lilin di kulit luarnya, tahan kering musim ekstrim. Sajak beku diterabas hujan purba zaman hilang memangil-mangil, rendezvous: divisio mimpi anak manusia di benua tanpa tanda, padahal khayal telah dimodifikasi sebagai dusta penanggalan berpuluh abad disembah dalam sepersepuluhan dan sejumlah sesajen untuk manusia-manusia yang telah menuhankan dirinya… Oleh: Dera Liar Alam BIOGEOGRAFI teramat luas di timur Rusia — Taiga Siberia Timur — ekosistem dalam bioma Taiga dan hutan boreal di mana salju merajai, tercatat ekologi itu tersusun atas satu spesies seperti konifer, tusam, separ, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain rusa besar, beruang hitam, beruang cokelat, rubah, s...
Staakt-Het-Vuren
Estorie, Susastra

Staakt-Het-Vuren

08 April 2024 Suatu musim nan entah di 2017 jiwa lantunkan sajak rimba ‘Sapa Suruh Teken Tentara’, dia ada di depan cermin — sungai darah senja jingga, menyala… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Batalyon Worang HEUGENIS menajam, ketika A.E.K. membersih laras senapannya. Lewat delapan puluh lima bulan, bayang membuncah manakala Suraro membaui tanah kelahiran, Samberong, Sasapuan, Welong, Watuharan, Tatalootoken, hutan kecil berbatas kebun yang terlantar karena masyarakat sudah menyingkir. Perang saudara berkobar. Kala itu, lebih tujuh tahun silam dalam ingatannya di pagi yang beda, sandi Senopati membawa mereka menyusur Amahai, Buru island, Masohi, dengan Landing Craft Infantery tuju Ambon bersama batalyon Worang. Medio 28 September 1950 mereka mendarat di Tulehu, matahari belum t...