Friday, April 19

Satu Rumah, Satu Kota Bersama


Medio 2020


Oleh: Daniel Kaligis


BANGUNINDONESIA MAKASSAR — DARI lorong-lorong kota, rancang program, gagas pertemanan. Dia arsitek kota, dikenal pada tataran nasional dan dunia. Berperan sebagai konsultan pembangunan Pantai Losari. Sekarang poin itu jadi unggulan Sulawesi Selatan. Kerja professional membuahkan karya monumental, semisal Masjid Raya Makassar dan Center Poin of Indonesia, di Sulawesi Selatan.

Karena dia memang berkawan dengan semua warga kota, mengumandang plural: “Makassar Rumah kita bersama.” Demikian disebut Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny, manakala memberi sambutan dalam Natal bersama kaum Nasrani dan TNI – Polri di Upper Hills, jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, 19 Januari 2017, silam.

Makassar ke depan adalah asa, kota yang adalah ‘Satu Rumah’ bagi sejumlah kegiatan stategis, dan untuk pembenahan dari waktu ke waktu yang terus berdialiektika seiring zaman.

Danny Pomanto menutur itu dalam visi, sekian kali pertemuan, saya melihat warna itu: tegas, bersahaja, dan berteman dengan semua warga kota. Bagi tata ruang kota, dia memberi jaminan keamanan untuk kelola lingkungan hidup yang berpihak pada rakyat. (*)