Monday, March 2

Sabda Antek Aseng


02 Maret 2026


Sementara berlangsung, dipandang darurat — Nepal sebab pemberontak Maois. Mesir sejak Perang Enam Hari tahun 1967. Israel sejak Perang Kemerdekaan 1948. Sri Lanka sejak unjuk rasa 2022, dan sejumlah kisah berlangsung di banyak lokasi. Bencana alam, bencana hukum, bencana politik, bencana perang, darurat sipil, darurat militer: Regeling of de staat van Oorlog en van Beleg. Jogetin aja. Sabda pemimpi kurang gizi itu apakah bukan keadaan darurat? Wanua dan tou jadi aseng.


Oleh: Dera Liar Alam


PEMIMPI — minus huruf ‘N’ dari negeri Konoha — entah disebut dalam lyrics zaman lampau bertajuk ‘Manusia Bodoh’. Tidak ngaku, biar saja! Pendukungnya masih berjibun memekakkan pembelaan. “Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh yang biarkan semua ini permainkanku, berulang ulang-ulang kali.”

Coba menguntit latar ‘Manusia Bodoh’, siapa di belakang cerita itu. Dulu, dikenal sebagai B To 90’s, mereka merilis album perdana ‘Seharusnya’ pada 1997. Berikutnya album ‘Metamorphosis’, 2003. ADA Band, grup musik pop-rock legendaris asal Jakarta, dibentuk tahun 1996. Dikenal melalui lagu-lagu bertema cinta. Kemudian melejit dengan hits ‘Manusia Bodoh’, ‘Karena Wanita’, dan ‘Masih’. ‘Manusia Bodoh’, perilaku mengecewakan dan mengesalkan, mempermainkan cinta.

Potret wanua, gambaran kondisi situasi negeri yang berlangsung sekarang ini. Kebijakan berulang kali mengesalkan, mengecewakan. Membijaki, mengakali rakyat terbabit dogma seragam. Padahal, kebijakan itu produk penguasa, dan soal kebijakan itulah yang bikin kesal, bikin kecewa. Walau, buah kebijakan itu terus dinikmati sang pemberi mandat. Rakyat rentan, enggan melepas. Padahal sejauh ini yang ada ialah toxic relationship. Kebijakan yang mana merugikan? Proyek Strategis Nasional, Danantara, makan tanpa gizi katanya gratis – padahal dihamburkan dari postur anggaran belanja negara yang dipungut dari pajak seluruh rakyat, tunjangan parlemen yang tak masuk akal. Apa lagi? masih banyak, sorot penegakan HAM.

Halo, manakala rakyat demo, sabda antek aseng-pun diteriakkan. Rakyat dituduh dibiayai antek aseng diinisiasi antek aseng, dituduh makar, dituduh teroris. Padahal menyuarakan hak.

Tertawa saya nonton reels kementeriankegelapan di platform Instagram. Di situ membaca ratusan komen warganet. Bersahutan mereka, “Aku ingin terbang bebas di angkasa, hey antek-antek asing – doraomon. Ang, ang, ang, aku sayang sekali.” Lah, rakyat sendiri, kan, telah diperlakukan seperti antek aseng. Fakta bertebaran di mana-mana, hanya enggan digubris media yang telah bersalaman terima advertisement buruh pengguna anggaran.

Apa kabar geliat antek aseng: revisi undang-undang cipta kerja, PPN naik, pangkas anggaran pendidikan, ramai-ramai oligark makan proyek gizi APBN yang diklaim gratis. Ada lagi soal revisi kontroversi, yaitu revisi undang-undang tentara. O, apakah regulasi terkait polisi tak penting digubris direvisi kewenangannya melebar ke sana ke mari?

Lalu, siaran pers yang dikeluarkan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan juga akan dianggap antek aseng? Daftar nama disorot sistem entah akan disebut bukan Indonesia: Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Afutami, Cania Citta, Fathia Izzati, Jerome Polin, Salsa Erwina Hutagalung dan seterusnya juga antek aseng? Betapa rangkuman tuntuttan masyarakat sipil hanya ditaruh dalam tong sampah. Tidak ada kabar beritanya sampai detik ini.

Penduduk bumi saksi Agustus 2025 sistem negara Indonesia diprotes karena isu rencana kenaikan gaji legislator, meningkatnya biaya hidup dan pemutusan hubungan kerja massal, serta tindakan represif polisi. Entah suara protes itu didiamkan saja oleh panggung kekuasaan yang lebih keras kumandangkan antek aseng.

Ya iya. Jogetin aja cuy, dia terus bersabda menyanyi menari meneriaki antek aseng. Padahal, bencana sementara menjalar di negeri sendiri. IUP aktif illegal terus dituduh, lahan dikuasai oknum bertameng negara lalu usir rakyat, longsor, erosi, banjir di mana-mana. Haus, lapar, kekurangan, anak gantung diri, dan seterusnya. Kemiskinan brutal disapa doa-doa pleonastis. Darurat sipil, pemimpi bersolek. Di petak petaka, kekuasaan berkampanye, umbar janji palsu. Surat Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada tertuju pada Ms. Catherine Mary Russell, Direktur Eksekutif UNICEF “Help us to tell Prabowo Subianto how stupid he is as President.”

Antek aseng tidak ingat, Jakarta, ribuan mahasiswa, pekerja, dan aktivis berkumpul di kompleks MPR DPR menuntut diakhirinya gaji dan tunjangan berlebihan anggota dewan.

Kemudian, apakah bumi buta membaca makan tak gratis menghambur dana dari postur anggaran belanja negara? Antek asengkah yang bersabda di WEF, Davos? “On January 6th, 2025, we started our free nutritious meals program for pregnant and lactating mothers, infants, and all Indonesian children. On our first day, we started with 190 kitchens, serving 570,000 people per day, 570,000 meals per day. Today, in one year, we have achieved 21,102 kitchens serving nationwide. As of last night, we are producing 59.8 million meals for 59.8 million children, mothers, and elderly living alone. They receive these meals every day. To put this into context, in about a month’s time, we will surpass McDonald’s, 68 million meals a day. We started in January of last year. This year, we aim to serve 82.9 million meals a day. All children of Indonesia from the womb of their mother up until they reach 18 years of age benefit from this program. For pregnant and lactating mothers, we deliver the meal daily to their home. This is also done, delivered to their homes for the elderly living alone. To put this in the context I mentioned, I think McDonald’s started the first kitchen in 1940, to reach 68 million it took them what 50, 55 decades more. We will reach 82.9 [millions] I hope by the end of December 2026. But my people said, “No, Sir, we will reach 82.9 [millions] before December.” So, hopefully, we will achieve this.”

Joget saja antek aseng. Hitung di mana gratisnya proyek makan-makan itu. Di mana letak logika gratisnya? Rp 335 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, gratis? O, betapa logika dungu antek aseng. Pemimpi — minus huruf ‘N’ itu hanya bertapa pada dogma.

Darurat buka sejarah yang jadi aseng. Canberra, Australia – Januari 2003, kebakaran hutan. Irak – November 2004, Pertempuran Fallujah. Samudra Hindia – Desember 2004, gempa bumi dan tsunami di Sri Lanka, di Maladewa, dan di Indonesia. Amerika – 2005, badai Katrina mengamuk pada waktu berbeda-beda di Louisiana, Mississippi, Alabama, Texas, Arkansas, Tennessee, Georgia, Oklahoma, Florida, West Virginia, North Carolina, Utah, Colorado. Catatan panjang untuk dipelajari dan dijadikan pengalaman.

Contoh jadi pengalaman, Indonesia 1957 karena Permesta. Regeling of de staat van Oorlog en van Beleg. Interupsi otonomi daerah, katanya. E, ada A.L.P., pilot aseng. Ada senjata dari aseng mampir di Wanua. Rakyat kokang perlawanan, saling bunuh karena kepentingan. Aseng-kah mindset? Jadi pengalaman: “Segala peralihan dan penyesuaiannya dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya dalam arti tidak, ulangi, tidak melepaskan diri dari Republik Indonesia.”

Begitu kira-kira Staat van Oorlog en van Beleg nan aseng.

Kisah dalam ingatan. Tahun 1484, College of Arms, disahkan dengan piagam kerajaan yang ditandatangani Raja Richard III dari Inggris. Nama Richard III terkait dengan Perang Mawar, yakni konflik dinasti di Inggris dari tahun 1455 hingga 1487. Pertikaian ini melibatkan dua cabang utama Wangsa Plantagenet, yaitu Wangsa Lancaster dilambangkan dengan mawar merah, dan Wangsa York dilambangkan dengan mawar putih. Lambang heraldik masing-masing wangsa tersebut adalah mawar. Perebutan takhta Inggris selama lebih dari tiga dekade, jadi ujung dari era Plantagenet dan dimemulainya era Tudor. O, iya, supaya tidak lupa College of Arms itu disahkan, 02 Maret 1484. Entah narasi ini dibaca aseng.

Perang Mawar tak ada pertalian dengan Tim Mawar, kelompok dari Grup 4 Sandhi Yudha Kopassus dibentuk 1997. Tercatat tim ini terlibat penculikan 23 aktivis pro-demokrasi 1997-1998. Mahkamah Militer 1999 memvonis yang terlibat dengan penjara dan pemecatan. Namun, beberapa eks anggota diketahui memiliki karier lanjutan di instansi pemerintahan dan dalam bisnis di Indonesia. Hasil pemeriksaan Dewan Kehormatan Perwira, 1998, operasi ini dilakukan atas perintah dan sepengetahuan pimpinan Kopassus, termasuk Prabowo Subianto. Cerita yang sudah dianggap aseng, dan hendak dilupa. Sejarah dirombak dan mencatat pahlawan-pahlawan aseng.

Rakyat ternyata aseng. Dan saya juga dungu dan aseng dalam membicarakan peristiwa. Lebih seribu kata, akan jadi sabda terduga tertuduh antek aseng.

Sambil nyanyi, “Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh yang biarkan semua ini permainkanku, berulang ulang-ulang kali.” Iya, saya itu manusia bodoh dan antek aseng. Bertahan sekuat hati, dungu dan aseng. (*)