
18 Maret 2020
Oleh: Daniel Kaligis
Pulanglah dengan berani!
BERTANYA KAWAN: setuju social distancing?
Masih banyak orang di jalan-jalan, melawan, menentang, menantang tantangan. Ada yang memang harus turun ke jalan sebab memang mereka harus ada di jalan, kejar setoran, mencari sesuap rezeki. “Anak, istri, suami, saya, kita semua harus makan harus minum, dan melanjutkan gumul hidup.”
Beribu zaman bumi dirusak. Manusia berdebat cari ‘kambing hitam’, saling tuduh, klaim kebenaran debat siapa paling betul, namun gagal memperbaiki alam.
Saya dapat berita dari kawan-kawan di banyak negara: pusat-pusat keramaian sunyi sebab Covid-19: Dalam diam, bumi membebat luka-lukanya. Belantara menyambut musim. Spesies jadi misteri, siklus dibantai peradaban. Salju meleleh melemah albedo-nya terpantau dari Scott Island. Lumba-lumba – yang ratusan tahun tidak pernah muncul – kini mulai bermain di sekitar laut Venesia.
Udara kembali sejuk. Langit biru berawan. Burung-burung yang dulu hilang, kini beterbangan di atas cakrawala kota.
Alam memaksa manusia kembali ke rumah masing-masing, merenung: Sang Agung itu omnipresent.
Ternyata tidak seperti yang diklaim segelintir kaum, bahwa tuhan hanya ada dalam gedung.
God is everywhere…
Kini pulang, pulanglah dengan berani…