Friday, July 19

Mahatambulelen


09 Mei 2023


Bulan Besar di Wanua – kawan-kawan berupacara. Di sini gerimis berawan sampai tengah malam, saya menulis catatan ini sambil membayangkan ritual metambulelen, di tanah jauh bertahun silam langit gulita penuh bintang, bulan baru telah hampir dua atau tiga hari menjelang…


Oleh: Dera Liar Alam


Gambar: Cawan dan cawan dan lilin – foto persiapan ritual Tonaas Rinto Taroreh


BERLIN, sepertiga areanya terdiri dari hutan, taman, danau, dan sungai. Di sana, di Karlshorst, Berlin, 08 Mei 1945: Instrumen Penyerahan Diri Jerman mengakhiri Perang Dunia Kedua di Eropa disahkan. Teks definitifnya ditandatangani perwakilan dari tiga pasukan bersenjata Oberkommando der Wehrmacht dan Pasukan Ekspedisioner Sekutu bersama Komando Tinggi Tentara Merah.

Perwakilan Prancis dan Amerika Serikat ikut mendandatangani sebagai saksi.

Jerman Menyerah ke Sekutu sudah ditandatangani di Reims, 07 Mei 1945.

Di dunia Barat, 08 Mei dikenal sebagai Hari Kemenangan di Eropa; sementara di negara-negara bekas Soviet Hari Kemenangan dirayakan 09 Mei, karena penandatanganan terjadi lewat tengah malam di Moskwa.

Pada medio dua tahun silam, mahatambulelen membuyar gugat Lunar pada Gregorian, fullmoon akan terus berulang. Seorang kawan nyanyikan ‘Yesterday Once More’, sambil berritual, nyalakan api, asap menjulang di semestanya.

Pelayaran telah dijalani berabad-abad. Tahun 1502, Christopher Columbus bertolak dari Spanyol untuk ekspedisinya yang keempat tuju ‘Dunia Baru’. Bulan masih sama mengitar langit. Di mana ‘Dunia Baru’ itu? Abad Lima Belas, benua Amerika adalah tempat asing bagi orang-orang Eropa yang sebelumnya paham bahwa dunia itu hanya terdiri dari Eropa, Asia, dan Afrika.

Tak ada baru di bawah cahaya benda langit. mahatambulelen masih tetap sama, dirayakan dalam sunyi. (*)