Tuesday, February 3

Tag: Lokon

Interupsi di Titik Temu
Editorial, Opini

Interupsi di Titik Temu

02 Februari 2026 Bersua di titik temu, pesta ada di situ. Di riuh debat siapa paling benar. Kebenaran diuji pada titik-titik temu pengetahuan. Walau, ‘katanya’ pengetahuan itu lebih banyak disimpan hanya untuk mereka yang mencarinya hingga jauh dan dalam, cari di titik temu. Rakyat, khalayak ramai hanya menelan propaganda dan menularkan dogma yang diyakininya benar seturut tafsir. Titik temu, negara menudung sistem dengan regulasi, distribusi informasi elektronik bermuatan penghinaan tafsir karet cemarkan nama – sanksi pidananya penjara dan denda maksimal satu miliar. Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Menyimak seketika Minahassa dari Kilapong Hills. BERTAMBAHLAH tou, bertambah-tambah penghuni bumi di titik temu, sebab pernah diucap dan tercatat: bahwasanya tanah leluhur di bayang ...
Sajak Kabut
Susastra

Sajak Kabut

26 Desember 2024 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Kabut di Wanua. KIRUNA mengenang wilayah bumi dengan malam panjang di mana Northern Lights joget di angkasa. Di Tromsø, di Svalbard, di Rovaniemi, di Lingkaran Arktik, di Siberia, di Yukon, di Barrow, di Prudhoe Bay, di Ilulissat, di Qaanaaq, di sana beku abadi. Apalah gigil di lereng Mahawu. Mabuk sejuk, mabuk kabut. Semalam berbagi cawan di celup Lokon. Kabut naik dari cela-cela ficus benjamina yang berkerabat dengan longusei. Aroma sabut kelapa dan batok dibakar ada di asap menari-nari enggan sentuh loteng dan taburan kembang api jauh di atas rimba kota. Bara, bercampur merah jinggga, kayu keras, batok dan kuang mengabu. Di Wanua, sabut kelapa itu disebut kuang, biasa dibuang saja. Padahal orang-orang memanfaatkan kuang sebagai...
Lumekep Sana Ta’un
Budaya

Lumekep Sana Ta’un

31 Desember 2023 Oleh: Parangsula PINAESAAN ne Kawasaran menggelar ritual spiritual di tanah Minahasa: Lumekep Sana Ta’un – ditafsir kontemplasi refleksi menuntas peristiwa dalam lembar Masehi 2023. Acara itu berlangsung senja, 28 Desember 2023, di Amphitheater Woloan di kaki gunung Lokon. Orang-orang berbagi cerita, yakni para tou, tonaas, waraney, wewene, tuama, dst. Menggugat dalam babak orde silam, sang sepuh, Tonaas Pontoh Supit Karundeng, ingatkan bahwa identitas budaya itu tetap terpatri pada setiap tou. Klaim dalam peran positif sebagai kawasaran bukan sekedar tarian, namun, “Dimaknai dalam tiap tindak nga’as – bijaksana – berkehidupan dari masing-masing tou,” begitu dipaparkan Dr. Denni Pinontoan, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur. Luna di tahta langit timu...