Saturday, December 27

Susastra

Melukis Telukmu
Foto Pilihan, Susastra

Melukis Telukmu

29 Oktober 2023 Oleh: Dera Liar Alam ADA biru yang digumuli putih awan-awam, dan embun jadi kelabu di relung kampung-kampung di bayang hijau kelapa dan mangrove. Semak-semak telah kering hanyut di pantai dimainkan tarian arus, jauh dihela ombak ke tengah samudera. Anak-anak bernyanyi tentang tinta, cinta yang dituang dalam lubuk bumi. Siang itu awan bertaburan membentuk gumpalan di atas atap, di sana memandang air berbatas ufuk. Tak ada kuas melebur kelabu bening menyebarkan putih dan cahaya. Hanya dayung nun jauh di sana di mainkan anak-anak debarkan riak jadi lukisan di bawah saturasi langit mengendapkan proporsi biru kental sekian saat, lalu berubah dari waktu ke waktu. Bila malam datang, ramai merah kuning lampu-lampu para penangkap mengabarkan musim kelahiran, dan gambar bert...
Perahu Iklan
Foto Pilihan, Susastra

Perahu Iklan

29 Oktober 2023 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Satu mendayung PROMOSI itu pepohon kemiri cengkih pala vanilla – dan bumbu rempah kunyit jahe yang berbaris di tanjung di gunung dekat teluk, bayangnya ada di air, di riak yang didiamkan badai gelombang. Suatu siang teduh anak-anak memancing, melompat menerkam ikan-ikan termuat dalam jala yang dibentuk lingkaran kecil dalam perahu. Suara nyaring, sorak. Di sana satu jam, dua jam, detak-detak patah waktu berhari-hari menanti senja pulang mengaburkan jingga yang singgah di samudera. Berlaksa zaman silam perahu-perahu didorong derap dayung satu-satu, anak-anak negeri pecinta tualang laut, satu mendayung, dua mendayung, semua mendayung, menangkap satwa-satwa dan membumbuinya dengan lada, sahang… Nyaring sorak: satu mendayung, semua men...
Kabut di Seberang Laut
Foto Pilihan, Susastra

Kabut di Seberang Laut

29 Oktober 2023 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Kasir siapkan bill PEPOHON kuning itu cerita kemarau. Kabut bermain di atas laut, hembus asapmu yang ditangkap perekam. Namun kamera enggan bicara. Hanya kapar mengambang di atas meja bertata sisa-sisa sia-sia setelah semua diabadikan untuk abai, sebab sampah lebih nyata di depan perdebatan panjang tentang hal yang itu-itu saja. Kabut di seberang laut dan asap dihembuskan perbincangan. Rakyat itu politik yang dipermainkan sampah ayat-ayat konstitusi. Diam. Perekam memelintir kabar raut tertawan senyum menawan, kasir menyodor bill dan beberapa cangkir berwarna: untuk sajian berita murka perdebatan teramat panjang yang dibawa di jalan pulang, di rest room, di kasur, dan seterusnya. Lalu pagi memulai, asap dan pohon kuning. Bercamp...
Pesta Sosial
Susastra

Pesta Sosial

29 Oktober 2023 Oleh: Arman Yuli Prasetya Penulis adalah Penulis Tinggal di Bojonegoro Gambar: Hendak foto DI trotoar ia acungkan tangannya Menjadi saksi ada yang pernah Banyak bicara di sini Ia berdiri tegak Mewakili yang telah terjadi Membuka ruang untuk percakapan yang akan berakhir beberapa jam ke depan Ia berteriak lantang Seperti tak pernah mengubah apapun Ia berbicara hanya untuk didengarkan Tapi kau mungkin lebih tahu dari aku Pagi adalah melupakan apa yang terjadi Membenamkan harapan di atas meja yang penuh tawa Pertunjukkan selesai Dan kau akan tetap berjalan di atas trotoar Malam ini Melihat bintang jauh (*)
Apa yang Kau Pikirkan?
Susastra

Apa yang Kau Pikirkan?

20 Oktober 2023 Oleh: Onald Anold Penulis adalah seniman Tinggal di Jakarta BERINGIN tua itu sudah lapuk dan anak anaknya menjadi benalu di sekelilingmu Menyetan menggerayangi bumi dengan doa doa salah dari tanah ini Dan tahyul-tahyul menjadi agama sejak pembantaian yang letih bersaksi Apa yang kau pikirkan? Banteng tua kemaruk emas itu kini melebihi beringasnya Dan anak-anaknya berlomba menjadi tuhan di mana-mana Seolah malaikat bagi negeri ini tanpa muka dengan ayat-ayat demokrasi yang katanya Datang dari tuhannya sang proklamator Apa yang kau pikirkan? Ratusan juta orang berbeban hutang kekeparatan dua golongan mahluk ghaib ini Dan diamnya para pemegang tasbih, pemegang rosario, pemegang kemenyan, dan leluhur seantero negeri ini Pikirkan itu Tak perlu kau timbang di hatimu Kar...
Sajak di Meja Lima
Susastra

Sajak di Meja Lima

13 Oktober 2023 Oleh: Daniel Kaligis MENENUN sajak senja depan iradio, di seberang KAMS: tadi menyeberang Jl. Kajaolalido di mana tegak Katedral Hati Yesus Maha Kudus, bangunan yang dirancang 1898, dan pernah disasar teror bom, 28 Maret 2021. Jl. Thamrin, di ujung keloknya megah d'primahotel, tempat saya penah bertapa memetik foto sundown dan memesan kopi di jalan masuknya. Sajak senja depan iradio, terlintas gambar serdadu penempur mengantar pelor-pelor menyasar badan, menyasar kepala, mindset, menabur takut. Kabarnya berserakkan di sosial media, dipelintir asumsi, dikucar-kacirkan tafsir. Sajak senja, serdadu balas-membalas. Sejam silam membaca BBC, Brigade Izz al-Din al-Qassam – terlibat paramotor dalamnya – manakala serang pengunjung festival musik dan kota-kota sekitar Jalu...
Di Bawah Gedung Pencakar Langit
Susastra

Di Bawah Gedung Pencakar Langit

11 Oktober 2023 Oleh: Arman Yuli Prasetya Penulis adalah Penulis Tinggal di Bojonegoro Gambar: Anak-anak kita di bayang musim yang entah GEDUNG-GEDUNG pencakar langit menusuk awan. Kabut menimpanya tapi dingin tertolak pada kaca. Pagi bergetar. Di sisi jalan keresahan bertumpuk seperti sampah dipinggirkan. Hujan menderas dalam musim. Sungai keruh terhenti. Surga penuh dusta melempar kita menjadi pendosa. Saling menatap dalam rembang yang ditinggalkan. Angin menyentuh jalan. Hampa dalam genggaman. Waktu dalam lingkup langit yang beku. Kita sibuk mengais apa saja yang akan berlalu. Tapi hidup adalah kuku-kuku yang kerap membenamkan tubuhku. (*)
Puisi Foto Kopi
Susastra

Puisi Foto Kopi

28 September 2023 Oleh: Jamal Rahman Iroth Penulis adalah penyair penulis Purna Tugas Ketua KPU Bolaang Mongondow Timur Periode 2018-2023 Gambar: Kopi dan bukan kopi. PUISI membasuh cemar nalar dengan deras aksara dengan denting metafora foto mendinding sejarah sebelum nyeri reda. LUKA mengering sebelum derita makin meruncing kopi menebar wangi kenangan mengubur sesal di dasar ampas melebur segala batas JRI, 10/10/2017
Pao Mendikte Virgin Mojito
Susastra

Pao Mendikte Virgin Mojito

27 September 2023 Dia anak kecil, belum enam tahun usianya ketika kami bercengkrama di Sky Lounge. Malam di luar ruang, taman ditaburi lampu. Cahaya pucat di angkasa. Di sini, tamu hilir-mudik menu lift, bercerita depan lobby, marayakan sukacita. Dia, teman saya. Namanya Pao. Belajar soal-soal purba dalam permainan, mata, tangan, badan, gerak, tari. Pao, bukan nama sebenarnya… Oleh: Dera Liar Alam BABAD purba manakala kampung-kampung belum dialiri listrik, para leluhur mengajari teturunannya berbagai soal. Kemudian mereka tumbuh dengan pengalaman beratus-ratus percobaan, membaca jutaan perkara, lalu melampaui pengetahuan kita yang kesetrum politik dan mandeg pada kebiasaan-kebiasaan konservatif menyembah huruf dan tanggal-tanggal: separuh malam deras, anak-anak biasanya sudah le...
Di Negeri Jauh itu, Kau Rindukan Indonesia
Susastra

Di Negeri Jauh itu, Kau Rindukan Indonesia

27 September 2023 Oleh: Nanang Suryadi Penulis adalah Penyair Cyber Indonesia BERBARIS baris puisi Berapa baris kau kira Bisa menceritakan negerimu Negerimu yang kau panggil Dengan nama-nama entah: Kanaha, Wakanda... Apakah tak tersimpan lagi rasa bangga Di dalam dada, walau terasa sesak Menyebut negerimu Indonesia: “Indonesia yang kucinta...” Dari negeri-negeri jauh Dari musim salju yang jatuh Dari gurun-gurun yang tandus Aku percaya doamu amatlah tulus Inilah negeri yang kau cinta Negeri yang kau rindukan Walau tanpa kata-kata cinta Walau kau sebut dengan nama-nama entah: Kanaha, Wakanda atau apa saja Tetaplah ini negerimu Yang kau tegakkan Dengan kerja dan doa-doa Sepanjang masa Indonesia, 28 September 2022 Nanang Suryadi, telah menerbitkan beberapa buku puisi, antara ...