Saturday, December 27

Susastra

Merindu Pagi Sunyi
Susastra

Merindu Pagi Sunyi

26 September 2024 Oleh: Dera Liar Alam PAGI itu tiba diam-diam Pergi diam-diam Di sana, pernah diskusi mezbah Asap mengepul di belakang. Perempuan menyeduh koffie, memanak jagung, mendiamkan anaknya bersorak haus lapar. Pagi itu tiba diam-diam Pergi diam-diam Di bukit pepohon mulai rebah, diganti pengumuman kampanye Asap mengepul di jalan-jalan, di lorong-lorong belantara. Laut dan mega bersambung ufuk di mana nelayan memandang istananya nun jauh. Alang-alang seumpama emas di atas segitiga monas, monumen nasi panas serta ikan bakar dan sedikit air di musim kemarau… Pagi itu tiba diam-diam, gelombang telah kobarkan amuk semalam suntuk, berita siapa yang hilang pergi diam-diam. Didiamkan. (*)
Vodka dan Perang
Susastra

Vodka dan Perang

26 September 2024 Pertahanan itu disebut pemiliknya sajak paling benar di antara puisi-puisi ilmu, anak manusia menenggaknya lalu mabuk dogma berkepanjangan, mabuknya masih tersisa hingga sekarang bertahta dalam sistem. Oleh: Dera Liar Alam DVINA, mengenang vodka nan langka, air mata dan deras darah murah puluhan penanggalan silam. Kapal berbaris-baris, lalu jauhi Arkhangelsk. Cinta sudah pergi bertaruh jiwa dan nyawa: Kota-kota jadi sajak, Moskwa, Vologda, Yaroslavl, dan destinasi pelor berikutnya. Di atas benteng menghadap laut, awan-awan berlumur warna senja. Bagramyan menulis secarik kode, meregangkan syaraf dengan secawan vodka. Teluk Riga pagi musim gugur, kekasih berpasang-pasang kumandangkan balada Bagration, serdadu di semenanjung berjaga, pekik, saling rampas, ujung ...
Kopi Encer
Editorial, Susastra

Kopi Encer

26 September 2024 Teguk, encerkan otak, mindset. Berpikirlah bebas merdeka… Oleh: Dera Liar Alam MEMBACA ‘Ashenden: Or the British Agent’, dicatat penulis Inggris keturunan Irlandia, William Somerset Maugham, bikin saya menerawang Néa Pólis as Napoli, dan cairan hitam dalam cangkir, Americano. “Ashenden decodes a cable which tells him that the intended Greek had never boarded the ship; spots of dried blood on the Hairless Mexican's sleeve mean that he had killed the wrong man.” Saya berdiri jauh dari bar memandangi barisan orang-orang memesan kesenangan, raut berbagai ekspresi. Pahit nan nikmat, memerah mengelam mengering. Babad perang, serdadu mencampur air panas ke dalam espresso sebagaimana takaran yang biasa mereka konsumsi. Kawan saya suka koffië tebal pekat sehingga sendo...
Hujan Cahaya
Susastra

Hujan Cahaya

23 September 2024 Timor, timur nan jauh. Di sana, di Timor cahaya bermula. Orang-orang lupa dekolonisasi bumi Lorosae, sajak pujasastra Kakawin Nagarakretagama menera nama Timor sebagai anak sungai, entah alir itu membawa serta cahaya hingga hari ini – ingat pernah mampir di sana, di dekat Lifau di mulut Tono River… Oleh: Dera Liar Alam CAHAYA jatuh di langit-langit, di pipi, di dinding gulita. Domi cerita, menyeberang dia dengan kapal laut serta sepuluh orang kerabatnya, sandar di Dili, di pesisir laut Banda. “Kami tiba sore, rencana mau langsung ke Lospalos, namun bus kami ditahan — orang-orang di sana bilang — tidak boleh berkendara di malam hari, katanya sering ada tembakan dari Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente. Jadi, kami menginap - meringkuk dalam kendar...
Pena Asyik di Irama Ukulele
Susastra

Pena Asyik di Irama Ukulele

13 September 2024 Dawai empat gema tengah malam, suara memekak mengusik orang-orang sekitar, kadang sumbang, kadang merdu, kadang diam, renung, itu kami. Berdiskusi duel ide, berperang gagasan. Ribu kata berulang-ulang tersusun dari huruf yang terbatas itu-itu saja – lalu kalimat menjadi nikmat tanpa batas mencandu pemirsanya siapa saja… Oleh: Dera Liar Alam ORANG-ORANG menuang vodka, mengisi gelas dengan anggur, dan kita masih menyanyi: pemberdayaan rakyat. Ruang ini pernah bersua sejumlah daya dari sudut-sudut bumi untuk berbagi - mungkin juga saling intai - belajar bersama - di bawah pohon mangga dengan penerangan remang di jalan dengan nama pahlawan negara. Artikel ini dicatat tahun 2022 manakala Satuan Tugas C-19 terbitkan Surat Edaran sekian nomor berturut-turut menambah ...
Segelas Kopi dan Sepotong Sajak Jingga
Susastra

Segelas Kopi dan Sepotong Sajak Jingga

07 September 2024 Oleh: Aneis Penulis Penyuka Sajak Tinggal di Jambi Tertawan Di antara bibir-bibir senja Disuguhan gelas-gelas pekat Lekat pada aroma kecil berisi kerinduan Melarut pada tanya yang belum tuntas Menawan Di antara warna-warna senja Terpampang jingga paling pesona Menderas dalam sebuah sajak-sajak Membias manakala temaran datang Duhai . . . AK, 12 Mei 2015
Renung Salenrang
Susastra

Renung Salenrang

06 Agustus 2024 Oleh: Dera Liar Alam ANGAN deras tuju selat. Masih ada seribu abad menjalar asa. Partikel birumu pantulkan langit lereng Bulusaraung-Bantimurung. Di sana, bernaung kenang Leang-Leang entah diingat saya dalam kufur memandang kelam rindang Pao Makkajoange: di sini awan mengawal malam saban musim. Ambang siang kami makan mie instan rasa soto di tepi Salo Puté, sisa-sisa plastiknya jadi mutiara sepanjang aliran — para ziarah musim berikut merekamnya dengan gawai Adzan mengabar tanah suci, gemanya di rimba, di tembok, di Salenrang. Saya menitip huruf-huruf pada hijau metroxylon yang ruah di sana, kemudian badai dan hujan menazarkan puisi kemarau. Longsor hanyut berita terkurung beban hutan musnah. Jutaan zaman berlalu dan masih kental orang-orang mengeja Baruga, Ba...
Sajak bagi Juli nan Tuli
Editorial, Guratan, Susastra

Sajak bagi Juli nan Tuli

29 Juli 2024 Apa kabar kenangan: jembatan layang kereta api, seumpama serpihan melayang bekas gerbong orde melontar serapah sumpah sisa-sisa, sia-sia. Di Megaria, di depan BII, di depan Telkom, persis di depan Proyek Apartemen Menteng, di segala penjuru ingatan menumpuk, siapa-siapa yang pernah melintasi jejak sejarah menjadi puisi, sajak, gemeretak dendam kuasa dan gertak senjata. Ada banyak orang ditangkasp politik korupt membusuk, pingsan hampir semaput oleh sebab oksigen demokrasi dihambat masuk otak... Oleh: Daniel Kaligis KAMPUNG sunyi dan terasing, namun di sana isu telah menjalar: ‘Sabtu Kelabu’, demikian judul terpantau disiarkan televisi. Isu bercampur dokumen-dokumen palsu, provokasi ada di mana-mana. Di sini, kemarau wanua, ada banyak orang pulang dari ibukota membaw...
Sajak Tukang Sapu
Foto Pilihan, Susastra

Sajak Tukang Sapu

13 Juli 2024 Oleh: Dera Liar Alam KOFFIE sundown - god Odin tertawa di bahtera mengangkut vision, amplop-amplop merah berterbangan di langit. Tukang sapu-jalan duduk di gerbang Valhalla. Mindset jongos selalu membuang sisa-sisa di public space sebagai persembahan maha agung. Kertas, kardus, beling, logam, karat, plastik, dan seterusnya. (*)
Anak-Anak di Pasir Panjang
Foto Pilihan, Susastra

Anak-Anak di Pasir Panjang

12 Juli 2024 Oleh: Dera Liar Alam TELAH mereka rekam pagi dari relung teluk, susuri Kota Lama. Ribuan tahun silam, malam remang sebab matahari kelam ditelan naga: kelok rimba, gunung, tanjung, samudera – masih mengeja titik-titik perjumpaan di Oeba, Merdeka, Bonipoi, Airmata, Lahi Lai Bissi Kopan, Solor, Tode Kisar, Fatubesi, Nefonaek, Pasir Panjang, dan di kampung-kampung sekitar di mana kawan-kawan bermain di karang, pasir, gelombang… Pernah, bulan bulat penuh bertahta di langit, cahayanya memantul di laut, di belantara hitam. Cahaya merembes dari Tanjung, memberi jalan pada perempuan menggandeng anaknya di bayang pepohon menyusur Oebobo, mencari setapak terangnya hingga Kelapa Lima, menembus Alak, cari jejak terhapus ombak. Ada saat air meruah, penguasa berkampanye dan menghib...