Thursday, August 28

Editorial

Privatisasi, Bumi Krisis Air Bersih
Editorial, Opini

Privatisasi, Bumi Krisis Air Bersih

23 Agustus 2025 Orang-orang cari air sendiri, padahal sumberdaya air dan potensi ketersediaan pincang. World Water Forum, Den Haag, Maret 2000, memprediksi Indonesia termasuk selasatu negara yang akan mengalami krisis air tahun 2025. Sementara sistem tetap membiarkan ketersediaan air dari kemampuan alam semata. Aktivitas tambang nan rakus air dipacu pemerintah dengan sejumlah surat sakti diarahkan pada segala titik kuasa di daerah-daerah. Sistem pengelolaan air bermasalah, praktik monopoli sumberdaya, dan tentu yang tak hendak disebut oleh penguasa adalah privatisasi air. Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Water Scarcity in the World Sumber: Made Blue Foundation BLUE PRINT kebijakan privatisasi air Bank Dunia diluncurkan pada 1992 dalam paper berjudul ‘Improving Water Resources Ma...
Sembuhkan Diri
Editorial, Foto Pilihan, Opini, Politik

Sembuhkan Diri

19 Agustus 2025 Gambar Matahari di Ujung Bori mengingat peristiwa ngurusi perkara tanah sepanjang tepi aliran Sabbeng, kali yang sering meluap dan sebabkan pemukiman terendam air dan lumnpur. Ingat kutipan manakala memposting foto itu di media sosial – musim penghujan, 2022: “Ada sesuatu yang lebih berharga ketimbang nafkah dan kepuasan profesional – yakni kemerdekaan dan harga diri.” Kutipan ini tercatat pada editorial edisi perdana Tempo pascabredel, 06 – 12 Oktober 1998. Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Matahari di Ujung Bori FOTO jadi sajak merdeka, tertular banyak peristiwa. Begini yang saya catat, 11 Agustus 2023, ada tiga bait boleh anda nikmati boleh dilupa: Ingin, angin. Kemarau panjang tiupkan dedaun: Anak-anak bakar petasan kemerdekaan, lalu main layangan di petak t...
Stunting, MBG, dan Beras Mahal
Editorial

Stunting, MBG, dan Beras Mahal

09 Agustus 2025 Diskon dan gratis itu dongeng panjang yang ditularkan pada mindset seragam supaya tetap menadahkan telapak berharap harga-harga murah, dan tak pernah mau belajar jadi cerdas mengevaluasi jejak peradaban… Oleh: Dera Liar Alam ADOH Kaka, kami di Pantar beras 800K per 50 Kg. Jejak digital obrolan harga beras itu mudah anda cari. Alinea pembuka ini tercetus ketika saya baca postingan Pontius, kawan di Nusa Tenggara, menyoal harga beras selangit. Lalu postingan Pontius dikommentari Nelly Sirr Langga. Intisasi yang dibicarakan Pontius adalah, “Pemerintah jangan ngakali masyarakat Indonesia. Perlu diketahui Pak Presiden, harga beras di NTT khususnya di kabupaten Alor sangat mahal,” sebut Pontius di media sosial, 04 Agustus 2025. Harga selangit. Kabar beras jadi obrolan...
Alinea Kampanye
Editorial

Alinea Kampanye

25 Juli 2025 Syair kampanye, mengenang alinea rakyat telah sekian zaman dilangkahi: sosok pemimpin nan dipuja dikelilingi oligarki. Mimpi otonom telah tergadai kemauan instan. Demikian virus dipolitisasi — jalan itu pernah dipilih dan dijalani sistem, miskin terbengkalai. Oleh: Daniel Kaligis Gambar: Suatu penerbangan usai menembus tubir awan. WAIPAREIRA BAY — mengingat penerbangan sekian menit yang rumit. Mengapa rumit? Syarat berbagai macam aturan untuk menghalang gerak petualangan. Jalan-jalan dipalang dengan alasan pandemi, airport sunyi, dan raut curiga ada di mana-mana. Saya catatkan ulang: Pada mindset paternal, semesta hanya lahirkan kelamin-kelamin, jantan betina, 2013. Nun, pada tiga belas tahun lampau Winar mengirim syair untuk ditanggapi kawan-kawan. “Serupa gores...
Politikus Tikus dan Rakyat Ditikuskan
Editorial

Politikus Tikus dan Rakyat Ditikuskan

02 April 2025 Rantai makanan, ingatlah saya pada kucing memburu tikus. Itu dulu, sekarang kucing tidur di sembarang tempat dan jadi kotoran kodrat dalam sistem, mendengkur dengar sajak: kisah usang tikus-tikus berdasi yang suka ingkar janji lalu sembunyi di balik meja teman sekerja di dalam lemari dari baja kucing datang cepat ganti muka segera menjelma bagai tak tercela Oleh: Dera Liar Alam RAT, taurat, aurat — derap diskusi tahun-tahun silam, seperti itu dikerat bersama Andrew, kawan dari ibukota negeri. Saya menjawab komentar itu, “Uratnya sang ‘Tulang Adam’, walau tak bertulang, tetap bisa keras. Taurat tak kuasa melawan kodrat.” Tikus, rat, corrumpare, identik dengan sifat merusak secara menyeluruh, sistem, dan seterusnya. Dalam Jurnal Seni Rupa ‘Fenomena Korupsi: Tikus Se...
Tahta Waris Hutang Perkara
Editorial

Tahta Waris Hutang Perkara

11 Maret 2025 Oleh: Daniel Kaligis HUTANG: Sistem dan hak-hak. “Izin berbagi,” kata Denny, kawan di Wanua. “Bebas.” Begitu saya menanggapi. Saya membiarkan siapa saja dapat mengutip dan berbagi hal baik dalam hidup. Apa hendak dibagi, hutang? Berbagi kalkulasi, menghitung kekuatan di tataran rakyat. Terbaca sama, sama-sama tergantung hutang, miskin dan tertindas. Maka, isu dibagi. Gambar perkara telah sering digubris, walau nyatanya tak didengar pemangku kursi kuasa. Rakyat terbiar – hanyut pada isu baru yang diskenariokan panggung sistem, sumberdaya dirampok. Begitu riwayat episode orde kukuh kekuasaan. Berbincang kami, Aneis, Denny, James, dan saya. Aneis ada di negeri seberang. Demikian James, di bilik tersekat di ibu kota negara. Kami dengan soal masing-masing, menyempatkan ...
Wajah Lama, Tagihan Baru
Editorial

Wajah Lama, Tagihan Baru

21 Oktober 2024 Ritual akan berulang dalam hitungan musim, bahwa ia – sang ritual, akan kembali dalam catatan sejarah: Lalu apa? Oligarki sudah tumbuh gemuk dan subur, akarnya menembus kantong-kantong alir pelumas proyek-proyek pembangunan pelupaan dan ketakutan pada ancaman dilarang kritis. Begitu! Oleh: Dera Liar Alam WAJAH baru, bukan. Tidak, tak ada baru selain daftar tagihan yang akan muncul kemudian. Publik telah lama mengenal raut-raut dari sejumlah perkara dan soal, misal manakala konstitusi disulap gairah kepentingan. Sumpah apa beda dengan serapah? Disumpahi, diberi tugas-tugas, situasi ini sudah berkali-kali ditinjau oleh evaluasi sejarah, banyak yang ingkar. Maka, mari kita uji sumpah itu dari implementasi program-program: berpihak pada semua rakyat, atau akan menend...
Kopi Encer
Editorial, Susastra

Kopi Encer

26 September 2024 Teguk, encerkan otak, mindset. Berpikirlah bebas merdeka… Oleh: Dera Liar Alam MEMBACA ‘Ashenden: Or the British Agent’, dicatat penulis Inggris keturunan Irlandia, William Somerset Maugham, bikin saya menerawang Néa Pólis as Napoli, dan cairan hitam dalam cangkir, Americano. “Ashenden decodes a cable which tells him that the intended Greek had never boarded the ship; spots of dried blood on the Hairless Mexican's sleeve mean that he had killed the wrong man.” Saya berdiri jauh dari bar memandangi barisan orang-orang memesan kesenangan, raut berbagai ekspresi. Pahit nan nikmat, memerah mengelam mengering. Babad perang, serdadu mencampur air panas ke dalam espresso sebagaimana takaran yang biasa mereka konsumsi. Kawan saya suka koffië tebal pekat sehingga sendo...
Patung Authoritarian
Editorial

Patung Authoritarian

09 September 2024 Amanat konstitusi, lindungi semua warga, santuni pelihara semua supaya berdaya – fakir miskin anak terlantar, lindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, majukan kesejahteraan umum, cerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Berkebalikan dari itu, authoritarian memandang soal-soal kesejahteraan kecerdasan sebagai ancaman, maka, bodok dipelihara diternak beranak-pinak turun-temurun. Demikian fakta rakyat dewasa ini yang terus ditodong dogma lapuk. Oleh: Dera Liar Alam TIKTOK SUCI umumkan rakyat berhasil menenggak sosialisasi gratis: cara hidup cara tindak. Hey Tou! Authoritarian itu seumur sejarah bumi, dapat dipraksiskan oleh siapa saja — maka mari kita...
Simfoni Agustus
Editorial, Estorie

Simfoni Agustus

31 Agustus 2024 Garis waktu menanda zaman berganti. Rakyat dikepung perang pertikaian, justeru Dmitri Dmitrievich Shostakovich menulis simfoni lambang perjuangan sedunia melawan Fasisme manakala kotanya — Leningrad — dikepung. Dalam Grove, David Fanning menulis, “Di tengah-tengah tekan-tekanan yang saling berlawanan dari tntutan-tuntutan resmi, penderitaan massal saudara-saudara setanahairnya, dan cita-cita ideal kemanusiaan pribadinya serta pelayanan kepada masyarakat, ia berhasil menciptakan sebuah bahasa musik dengan kekuatan emosional yang kolosal.” Sering, garis waktu berulang di lain kesempatan — dari artikel ‘Simfoni Gugat Diri Terkepung Isme’ tersari judul yang sementara anda nikmati saat ini… Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Vietnamese Espresso FLOOR-G menderaskan resum...