Monday, May 27

Blog

Kesurupan Nonton Propaganda Neraka
Film & Video, Hukum & Kebijakan, Opini

Kesurupan Nonton Propaganda Neraka

27 Mei 2024 Oleh: Daniel Kaligis TO HELL AND BACK adalah biographical motion picture dari Audie Murphy, anak petani miskin Texas Timur Laut yang jadi serdadu dan terlibat perang. Film dengan genre sama terdapat di Call Me Anna diperankan Patty Duke - The Bob Mathias Story diperankan Bob Mathias - Alice's Restaurant diperankan Arlo Guthrie - Private Parts diperankan Howard Stern, etc. Anda juga boleh telisik The Sky is Pink, film biografi berbahasa Hindi India yang disutradarai Shonali Bose, 2019. Saya membandingkannya dengan VS7H, yang dilebel ‘diangkat dari kisah nyata’. Film ditonton jutaan orang. To Hell and Back pernah diputar berhari-hari di tanah Minahasa manakala pergolakan sementara menyala, era 1950-an. Papa HNK, penyintas zaman pergolakan, berkisah tentang para belia ya...
JEJAK SUNYI
Susastra

JEJAK SUNYI

14 Mei 2024 Oleh: Dera Liar Alam MANA sepi yang kusuka Di situ aku kembali Meniti jejak sunyi Rimba... Ilalang... Setapak penuh belukar... Kita bertukar pandang... Relung samudra... Lautan kaca metroplitan... Belantara kata hilang arti, Punah makna, Namun kita masih menggumulinya… Jakarta 2010
Biar saja Lapar
News, Opini

Biar saja Lapar

07 Mei 2024 Oleh: Parangsula Editor: Dera Liar Alam HARGA masih tinggi, percuma mengeluh. Penghuni media sosial ramai bersuara, ada yang berguman dalam tanya, “Alhamdulillh beras mulai menundukan egonya. Cek harga beras daerah kalian berapa? Kalau di tempatku dua-belas ribu,” tulis Dica. Lain cerita Lisnawati, dia bilang begini, “Assalamualaikum, cek harga beras saat ini. Teman-teman semuanya, saya mau membagikan tips agar hemat beras, dll: Jangan sekali-kali menyediakan lauk jengkol, ikan asin, sambal, karena hidangan teman nasi di atas membuat kita kalap makan ya. Bawaannya nambah terus. Coba kalau tidak ada sambal, pasti anyep makan pun gak nafsu. Betul apa bener?” Di beberapa daerah yang tidak terjangkau layanan media sosial orang-orang bicara di lingkungannya sendiri atau mem...
Kritik Petisi 50 Dijawab ‘Tidak Suka’
Editorial, Estorie

Kritik Petisi 50 Dijawab ‘Tidak Suka’

05 Mei 2024 Kekuasaan selalu berdalih, ketimbang evaluasi dan bercermin… Oleh: Dera Liar Alam JEJAK TERCATAT dalam ‘Suharto, My Thoughts, Words and Deeds’, “Saya tidak suka apa yang dilakukan oleh yang disebut Petisi 50 ini. Saya tidak suka cara-cara mereka, terlebih lagi karena mereka menyebut diri mereka patriot.” Kritik memang tidak diterima, dianggap menghalangi langkah tindak kekuasaan, walau jeblok. Kritik tabu – dianggap ‘miring kiri’, dituduh ‘miring kanan’, dicap memberontak, subversi. Keliru tafsir — kebenaran ditaruh di atas blackletter-law — di titik itu penyelenggara negara menyembah pasal karet, mengancam musuh politiknya. Sejarah 05 Mei 1980, terbit Petisi 50. Ungkapan Keprihatinan Dengan berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, kami yang bertandatangan di bawah in...
Pattimura Koffié Storiés
Foto Pilihan

Pattimura Koffié Storiés

30 April 2024 Obrolan malam kelam dan kopi hitam di Jalan Pattimura, bersama kawan menutur kisah air yang mesti terus dijaga agar bersih dan layak dikonsumsi. Perjalanan dalam tualang merekam laut bening dan pantai-pantai elok rupawan… Oleh: Dera Liar Alam THOMAS Matulessy dikenal sebagai Kapitan Pattimura. Dia lahir 8 Juni 1783 di Saparua. Dicatat lembar sejarah bahwa leluhur keluarga Matulessy berasal dari Pulau Seram. Turun-temurun mereka berpindah Moyang Thomas Matulessy ke Titawaka, negeri yang sekarang dikenal dengan nama Itawaka. Negeri pesisir Itawaka disebut awalnya bernama Titawaka, dari dua kata Tita dan Waka — tita atau titah berarti perintah, dan waka yang berarti jaga atau kepung. Kata Titawaka diterjemagkan sebagai perintah untuk pergi menjaga – sebagaimana terma...
Episode Pao
Susastra

Episode Pao

30 April 2024 Oleh: Dera Liar Alam Gambar: Daeng Dusing membakar kretek. OBROLAN sudah direkam, simpan di mana? Di benak, di jiwa, dihafal berkali-kali: Tanah kaya subur, dedaun misteri. Episode dirobek, gulungan dibakar. Abunya dalam gua, tumbuh jadi stalagmite jadi stalactite di Leang-Leang, di lereng-lereng lurah. Hey Pao, kita pernah jadi negara serikat, angkatan perang berkelahi sumberdaya politik pangkat-pangkat gerilya dari belantara kota dan wanua. Rakyat mengungsi, dan tetap terjajah sampai sekarang. Udin mengeja syair: “Cundung-cundung balaho punna addekko sa'ra kudeddekngko ulu cabale balenu.”  Dia terusir dari ladang dari sawah dari rimba meruah dedaun ranting-ranting yang dipatah tanda. Meraung terompet daun aren daun nyiur batang padi pecah. Jadi tikus, jadi tope...
Ditangkap, Demokrasi Terceraiberai
Editorial

Ditangkap, Demokrasi Terceraiberai

28 April 2024 Bertahun silam kami berdiskusi membincang demokrasi yang memang soalnya ribet berliku mengumbar judul ‘Kegamangan Mutahir di Pundak Proposal Miskin’, ketika itu tahun 2010… Potret tanah, demikian rakyat yang bergeliat di atasnya. Tak ada ganti untung, tak ada ganti rugi, tetap tercerai. Tuhan-tuhan berkuasa bersuara berpesta merayakan manusia tercerai dari mimpi-mimpi. Leluhur mungkin nanton dan tak mungkin direkam keberadaannya… Oleh: Daniel Kaligis Gambar: tangkapan layar – gusur demo PROPOSAL cemas kebangkrutan moral diinterupsi berkali-kali, “Saya sudah pernah bilang, bahwa demokrasi sudah mati, tak usah lagi percaya pada sistem atau doktrin produk dunia feodal. Saya juga setuju dengan para ‘Arifin Kiri’, bahwa negara adalah ilusi — tak perlu kita hayati neg...
LAUSER
Susastra

LAUSER

25 April 2024 Oleh: Larasati Sahara Penulis adalah seniman Tinggal di Kota Lhokseumawe Gambar: Gunung Lauser di Aceh Sumber: wikipedia AIH, SEMESTA cakrawala Kulihat Lauser disiangi pagi Berpeluk lembut arakan awan Pohon-pohon berzikir dalam keheningan hutan Kupu-kupu riang melukis corak di daun pakis Balik tebing batu sepasang rusa bermain mata Aih, semesta cakrawala Sekuntum kenanga mengibas kerudungnya Harum semerbaklah serambi rumah cinta Dari kejauhan sayup kudengar Suara tabuh Tifa memanggil Aih, semesta cakrawala Tahukah engkau di kaki Lauser Kutulis selembar syair pada saudara setanah air Melukiskan rahasia hutan, gunung, dan  lautan Tak pernah tuntas meski pena hilang ditelan waktu. Lhokseumawe, 070618 - 240424
Bara Bira Biru Belu
Econews, Susastra

Bara Bira Biru Belu

21 April 2024 Negeri kita, tahun 2020, disebut masuk peringkat tiga negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Saban hari ada 185.753 ton sampah dihasilkan dua ratus tujuh puluh juta penduduk. Sekitar lima puluh juta kilogram sampah plastik mengalir melayang mengapung dan mengendap di samudera… Kian hari, tebaran plastik makin rasuk ramai… Oleh: Dera Liar Alam BERTAHUN silam mengeja biru dari Bara, di sini lokasinya tak jauh dari Bira. Taman hutan raya melekat pada tebing karang saya susuri ribu langkah kaki sambil mengelak duri di kiri-kanan, di atas sejauh tatap, di sepanjang pijak tanpa ujung mencari tiada. Di sana, hari hampir sore, dan masih teramat terik di April yang telah kemarau. Berkenalan saya dengan Belinda, menurutnya dia biasa dipanggil Eli – namun saya mem...